BREAKING NEWS
 

3 Jam Jualan Habis, Bisnis Laris di Bazaar UMKM BRILiaN

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Kamis, 31 Oktober 2024 16:40 WIB
Ketua Kelompok Klaster Durian Lemahabang, Ahmad Baehaqi (kiri) melayani pembeli dalam Bazaar UMKM BRILiaN, di Taman Kantor Pusat BRI, Jakarta, Jumat (18/10/2024). (Foto: Dok. BRI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Area Taman Kantor Pusat BRI, Jakarta, Jumat (18/10/2024), begitu ramai. Sebanyak delapan booth yang menampilkan produk-produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah, berdiri di taman tersebut. Para pembeli antre di setiap booth. Para pedagang dengan cekatan melayani.

Sebenarnya, cuaca siang itu cukup terik. Sinar matahari terasa begitu menyengat di kulit. Namun, hal itu tidak menurunkan antusiasme para pembeli yang hadir di Bazaar UMKM BRILiaN. Tak mengherankan memang, karena barang yang ditampilkan merupakan produk-produk unggulan. Para pelaku UMKM yang hadir pun senyum semringah, karena jualan mereka laris manis.

Bazaar ini menampilkan delapan UMKM perwakilan dari klaster usaha binaan BRI dan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades). Kedelapan UMKM tersebut Klaster Durian dari Desa Lemahabang, Pekalongan, Jawa Tengah; Klaster Mitra Bery Stroberi dari Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat; Klaster Mangga Ngetos dari Desa Ngetos, Jawa Timur; Klaster Salak Jaya Lestari dari Desa Kutambaru, Kabupaten Karo, Sumatera Utara; Klaster Manggis Bhuana Sari dari Desa Melaya, Bali; Prukades Keripik Pisang dari Desa Kelawi, Lampung; Prukades Keripik Ubi Jalar dari Desa Jangkang, Kalimantan Barat; dan Prukades Keripik Talas dari Desa Sambak, Jawa Tengah.

Ahmad Baehaqi, Ketua Kelompok Klaster Durian Lemahabang, sangat sibuk sepanjang bazaar tersebut. Pembeli di booth-nya membludak. Ada yang meminta dikupaskan durian, ada juga yang minta langsung diikat. Baehaqi cekatan melayani. Rekannya yang lain melayani transaksi dengan QRIS BRI.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih ke BRI,” ucap Baehaqi, gembira. Dia yakin, dengan difasilitasi BRI, ke depan usahanya semakin sukses.

Baca juga : Cetak Lapangan Kerja, Arfi-Yena Bakal Perkuat UMKM Di Bandung

Dalam bazaar ini, Baehaqi membawa 400 butir durian dengan berat sekitar 800 kilogram. Semua jualannya habis. “Cepat sekali habisnya, hanya dalam 3 jam sudah ludes terjual,” ucapnya.

Durian yang dijual Baehaqi merupakan hasil persilangan jenis premium seperti Bawor, Musang King, Super Tembaga, dan varietas lainnya, yang sudah dilakukan sejak 2020. Hasil persilangan ini menjadi produk unggulan, dan dapat bersaing di pasar nasional dan internasional, sekaligus meningkatkan pendapatan para petani dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Klaster Durian Lemahabang telah memiliki 70 anggota petani durian. Mereka biasa memanen sebanyak tiga kali setahun. Dalam sekali panen bisa mencapai 5 ton dengan harga Rp 50.000 per kilogram. “Saat ini, durian di Desa Lemahabang sudah punya pelanggan tetap di Jakarta, Bandung, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, hingga Banyuwangi,” terang Baehaqi.

Baehaqi mengaku, telah dibantu BRI sejak awal melalui program pemberdayaan BRI. Ia mendapat permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI untuk sewa lahan. “Alhamdulillah, saat ini saya sudah mempunyai lahan sendiri sebesar 5 hektar,” terangnya.

Adsense

Wihaya, Ketua Klaster Mitra Bery, juga begitu gembira dengan acara ini. Bazaar UMKM BRILiaN telah menciptakan peluang baru bagi kelompoknya untuk mempromosikan stroberi asal Ciwidey ke pasar yang lebih besar.

Baca juga : Rayakan HUT ke-79 RI, BRI Gelar Bazaar UMKM di BRILiaN Independence Week

Sama seperti durian, penjualan stroberi di bazaar ini juga laris manis. “BRI telah memudahkan usaha saya,” ucapnya, sambil senyum.

BRI telah menjadi mitra yang membina para petani stroberi untuk mengembangkan usaha. Kelompok usaha petani stroberi yang tergabung dalam Klaster Mitra Bery di Ciwidey pun terus berkembang. Dari awalnya 10 anggota, kini telah menjadi 23 anggota.

Di bazaar ini juga ada produk yang unik. Kelompok Tani Jaya Lestari, yang berasal dari Desa Kutambaru, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, datang dengan membawa produk salak pondoh. Padahal, di masyarakat, salak pondoh terkenal berasal dari Sleman atau Magelang.

Wulan, salah anggota Kelompok Tani Jaya Lestari, menceritakan, penanaman salak pondoh di desanya dimulai pada 2005. Ternyata, salak tersebut tumbuh subur. “Seiring berjalannya waktu, hampir satu kampung menjadi petani salak semua,” tuturnya.

Kini, salak pondoh menjadi produk penjualan utama bagi warga Desa Kutambaru. Salak manis dan ukuran buahnya lebih besar. Dengan harga jual Rp 15.000-Rp 18.000 per kilogram, salak pondoh dari Desa Kutambaru kini semakin dikenal dan diminati di pasar lokal maupun luar daerah. Bahkan, salah pondoh Desa Kutambaru juga diekspor ke Malaysia dan Thailand.

Baca juga : Teten Dukung Bank Ciptakan Ekosistem Bisnis Bagi UMKM

Menurut Wulan, keberhasilan ini tak lepas dari binaan yang dilakukan BRI. Pada 2010, pihaknya mendapat pinjaman KUR dari BRI yang membuat usaha salak pondoh lebih berkembang. BRI juga hadir dalam pendampingan atau memantau perkembangan klaster dibarengi dengan penyuluhan informasi produk-produk BRI.

Perluas Pasar UMKM

Bazaar UMKM BRILiaN ini digelar secara rutin sejak 2021. Senior Executive Vice President Ultra Mikro BRI Muhammad Candra Utama menerangkan, bazaar ini sebagai wadah promosi produk-produk unggulan UMKM binaan BRI yang bertujuan untuk mendorong penjualan dan memperluas pasar mereka.

“Kami terus mendorong agar penjualan produk-produk unggulan ini bisa meningkat dan jangkauan pasarnya meluas," tuturnya, di sela meninjau Bazaar UMKM BRILiaN.

Dia berharap, dengan bazaar ini dan program-program lain yang ditawarkan BRI, para pelaku UMKM tersebut dalam mengembangkan bisnis mereka menjadi lebih maju lagi. BRI pun berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM.

“Tidak hanya dengan menyediakan modal usaha, tetapi juga dengan memberikan pelatihan usaha dan program pemberdayaan lain agar UMKM dapat tumbuh dan menjadi lebih tangguh," terang Candra.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense