RM.id Rakyat Merdeka - PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) siap meluncurkan teknologi pembayaran tol tanpa sentuh berbasis satelit atau GNSS-based Multi Lane Free Flow (MLFF) di Indonesia. Teknologi ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan efisiensi di jalan tol Indonesia, sesuai kontrak yang disepakati dengan pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2021.
Presiden Direktur PT Roatex Indonesia Toll System, Attila Keszeg, menyampaikan dalam konferensi pers di Forum Bisnis HunIndotech 5.0 bahwa komitmen Roatex untuk menyelesaikan proyek MLFF sangat kuat.
“Roatex memiliki komitmen kuat untuk menyelesaikan proyek MLFF sesuai dengan kontrak yang telah kami tandatangani dan sepakati bersama pemerintah melalui Kementerian PUPR pada tahun 2021, dan dari segi sistem dan teknologi kami sangat siap,” ujar Attila.
Baca juga : ASPAN Tingkatkan Standar Keselamatan Kebakaran di Indonesia
MLFF hadir sebagai solusi inovatif untuk mengurangi kemacetan di gerbang tol, yang saat ini berkontribusi pada kerugian ekonomi tahunan sebesar 300 juta Dolar AS.
"MLFF dikembangkan untuk dapat menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia dan menjadi solusi utama yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mengurangi kemacetan, meningkatkan mobilitas, dan mengembangkan sistem transportasi di Indonesia,” tambah Attila.
Selain memberikan keuntungan ekonomi, sistem ini juga berdampak positif bagi lingkungan. Dengan mengurangi polusi udara dan kebisingan akibat kemacetan, teknologi MLFF diharapkan akan mendukung transformasi sistem transportasi di Indonesia secara berkelanjutan.
Baca juga : Nalar Bangsa Institute Sebut Menteri HAM Berani Melangkah
Proyek MLFF ini merupakan investasi asing dari Hungaria dengan nilai mencapai 300 juta Dolar AS (Rp 4,5 triliun), didanai dari dana publik Hungaria. RITS bertindak sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) setelah memenangkan tender berdasarkan Surat Menteri PUPR Nomor: PB.02.01-Mn/132 tertanggal 27 Januari 2021. Teknologi ini didukung penuh oleh pemerintah Indonesia setelah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) non-APBN pada Mei 2024 melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 6 Tahun 2024.
“Kami menganggap peraturan ini sebagai dasar hukum bagi pelaksanaan sistem MLFF yang tidak hanya dinantikan oleh RITS, tetapi juga oleh industri dan para pemangku kepentingan. Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk mewujudkan sistem transportasi masa depan yang mampu mempercepat transformasi digital di Indonesia guna mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045,” ungkap Attila.
Proyek MLFF ini juga menandai Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang mengadopsi teknologi tol tercanggih ini, yang akan segera diterapkan secara bertahap.
Baca juga : Wamentan Sudaryono Ungkap Pentingnya Cetak Sawah 3 Juta Hektar Di Indonesia
"MLFF tidak hanya mampu mempercepat proses transformasi digital di Indonesia, tetapi juga akan menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang memanfaatkan sistem tercanggih yang tersedia saat ini," kata Attila.
Teknologi MLFF telah diujicobakan pada Jalan Tol Mandara Bali sejak Desember 2023, dengan sistem Single Lane Free Flow yang tetap menggunakan pembatas selama masa transisi. RITS kini bersiap memperluas penerapan MLFF di seluruh jaringan tol, bekerja sama dengan para pemangku kepentingan dan mendukung cita-cita transformasi digital Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
"Kami siap tumbuh bersama Indonesia dengan menciptakan nilai bagi masyarakat Indonesia," tutup Attila.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.