RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koperasi (MenKop) Budi Arie Setiadi mengatakan, Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pengalengan siap menjadi suplier utama susu segar dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) khususnya untuk di wilayah Bandung Selatan.
Koperasi yang didirikan pada 1969 ini mampu memproduksi 80 ton per hari sehingga kapasitas tersebut diyakini mampu menyuplai susu segar hingga 400 ribu lebih orang penerima manfaat program MBG.
“Kami akan mendorong kepada stakeholder terkait di wilayah Bandung untuk memasukkan KPBS sebagai daftar distributor utama susu segar pada pelaksanaan MBG Januari mendatang,” ucapnya dalam kunjungan kerja ke KPBS Pangalengan, Kamis (14/11/2024).
Dari hasil peninjauannya langsung, ia mengatakan, produk susu yang dihasilkan oleh peternak sapi anggota KPBS Pengalengan memenuhi kriteria gizi yang dipersyaratkan.
Baca juga : Mendes Dorong Desa Pasok Pangan Program Makan Bergizi Gratis
"Kita akan bicara dengan Satuan Pelayanan Program MBG agar susu anak-anak (di sekitar Bandung Selatan) agar susunya berasal dr KPBS Pengalengan, nanti kita kordinasikan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pemerintah daerah," jelasnya.
Budi menegaskan komitmennya, untuk melakukan intervensi untuk meningkatkan produktivitas susu di KPBS Pengalengan misalnya melalui skema kebijakan pemberian pakan berkualitas untuk sapi perah yang dipelihara oleh para peternak.
Selain itu apabila ada bantuan sapi perah khususnya untuk indukan dari negara lain akan diupayakan untuk dikelola oleh KPBS Pengalengan.
"Saya juga berkomitmen untuk pembiayaan melalui LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) terutama akses permodalan akan ditingkatkan, yang penting dikelola dengan baik," ungkap Budi.
Baca juga : Gibran Cek Program Makan Bergizi Gratis di Makassar
Dengan koordinasi dan kerja sama antar pemangku kepentingan, ia meyakini, produksi susu segar dari KPBS Pengalengan dapat meningkat hingga dua kali lipat.
Dengan hasil produksi yang meningkat diharapkan distribusi susu segar untuk kesuksesan program MBG dapat diperluas hingga keluar dari wilayah Bandung Selatan. Bahkan, jika produktivitas susu di KPBS Pengalengan ini ditarik ke isu nasional, diharapkan dengan semakin meningkat angka produksinya dapat menekan jumlah impor susu yang saat ini mencapai 80 persen dari total kebutuhan.
"Kami bertekad mewujudkan misi swasembada pangan terutama susu, ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama lintas Kementerian dan Lembaga untuk tingkatkan produktivitas susu nasional," ujar Budi..
Sementara itu, Ketua KPBS Pangalengan Aun Gunawan mengakui adanya peluang penyerapan susu sapi lokal meningkat setelah adanya program MBG.
Baca juga : Ini 8 BUMN Yang Disebut Erick Ikut Wujudkan Program Makan Bergizi Gratis
Namun sayangnya beberapa hambatan yang dihadapi peternak sapi perah juga semakin besar.
Beberapa tantangan tersebut adalah regenerasi peternak semakin sulit dilakukan karena anak-anak muda cenderung ingin bekerja di sektor formal. Kemudian keterbatasan lahan hijau untuk ternak sapi hingga keterbatasan pengolahan limbah.
"Para peternak kami belum bisa dibikin semacam instalasi pengolahan limbah komunal sebab jauh dari rumah dan belum lagi antar satu peternak dengan peternak lain yang sulit untuk kompak, makanya sanitasi kerap menjadi persoalan," ucap Aun.
Dengan anggota sebanyak 4.578 orang dan populasi sapi sebanyak 13.480 ekor, Aun menyatakan siap apabila ditunjuk sebagai suplier utama untuk program MBG di Bandung Selatan. Pihaknya juga siap bermitra dengan berbagai pihak untuk meningkatkan produktivitas susu melalui KPBS yang dikelolanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.