Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sinergi Kemenkop, Kemendes PDT Dan BGN Libatkan Koperasi Di Program Makan Bergizi Gratis
Rabu, 6 November 2024 07:28 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), dan Badan Gizi Nasional (BGN) berkoordinasi mengimplementasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program unggulan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ketiga lembaga tersebut sepakat, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya fokus pada peningkatan gizi anak-anak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengatakan, salah satu yang menjadi komponen penting dalam Program Makan Bergizi Gratis bagi siswa adalah terkait penyediaan susu.
Khususnya koperasi susu Indonesia yang potensinya besar sekali, sehingga perlu diorganisir dan diberikan investasi berupa alat pengolahan susu yang berkualitas.
“Karena koperasi susu kita hari ini baru sampai pasteurisasi, sementara untuk makan bergizi ini perlu sampai UHT. Nanti kami akan berkeliling, jika ada yang perlu perkuatan modal ada LPDB KUMKM yang siap membiayai koperasi-koperasi lewat dana bergulir,” ucap Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi dalam Rapat Koordinasi dengan Kemendes PDT dan BGN di Kantor Kemenkop, Jakarta, Selasa (5/11/2024).
Baca juga : Menteri Kehutanan Gandeng BPKP Tuntaskan Kasus Sawit Ilegal Di Kawasan Hutan
Ditegaskan Budi Arie, LPDB KUMKM diarahkan untuk menyalurkan dana bergulir ke koperasi-koperasi yang bergerak di sektor riil dan produktif termasuk dalam Program Makan Bergizi Gratis.
“Apalagi sudah ada kepastian market dari BGN, jadi koperasi-koperasi kita nanti bukan hanya koperasi susu, termasuk koperasi lain yang terkait juga tetap mendapat pendapatan,” ujarnya.
Budi Arie juga memastikan, banyak koperasi-koperasi susu berkualitas seperti koperasi di Lembang, Subang, Garut, Malang, Saipujon, hingga Boyolali.
Di kesempatan yang sama, Wakil Mendes PDT Ahmad Riza Patria menyampaikan dukungannya dan menyatakan siap untuk berkoordinasi dengan KemenKop dan BGN.
“Kemendes membina 75.265 desa dan sekitar 20.367 BUMDes yang setengahnya bergerak di sektor pangan. Kami akan mempersiapkan semua dan mengarahkan BUMDes yang tersebar bekerja-sama dengan koperasi terkait pembagian distribusi bahan pokok untuk program makan bergizi gratis,” ucapnya.
Baca juga : Ancol Kembali Berikan 1.300 Paket Makan Bergizi Gratis di Jakarta
Pihaknya juga menyakini, program ini akan berpihak pada kepentingan petani, desa, koperasi, UMKM, dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menuturkan, program Makan Bergizi Gratis berfokus pentingnya pembentukan satuan pelayanan gizi di seluruh Indonesia, dengan sekitar 30 ribu satuan yang sebagian besar berada di Pulau Jawa.
“Satuan pelayanan ini akan berfungsi sebagai pengambil produk lokal, dengan 85 persen dana digunakan untuk membeli bahan baku pertanian lokal,” ucapnya.
Dadan juga menegaskan peran koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dalam mengoordinasikan pasokan bahan baku dari petani lokal, serta potensi pengembangan infrastruktur dan keberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kolaborasi antara Pemerintah, koperasi, BUMDes, dan petani sangat dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan program gizi ini,” ujarnya.
Baca juga : Mendes Yandri Ingin Desa jadi Penyuplai Program Makan Bergizi Gratis
Dadan mencontohkan salah satu pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Warungkiara, Sukabumi yang menjadi pilot project.
Warungkiara dikembangkan sebagai pilot project selama 10 bulan dan telah menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Mulai dari pengantar driver, pengantar makanan, supplier, hingga petani ikut merasakan manfaatnya.
Menurut Dadan, tak hanya memberikan pendapatan bagi ibu-ibu sekitar di dapur maupun petugas, program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani lokal.
Tak hanya itu sambung Dadan, koperasi dan BUMDes akan berperan penting dalam program ini. Keduanya akan mengkoordinir petani dan masyarakat di desa untuk menanam berbagai jenis sayuran yang dibutuhkan oleh satuan pelayanan.
Ia berharap, program Makan Bergizi Gratis ini dapat menjadi solusi untuk meningkatkan gizi anak-anak, meningkatkan perekonomian lokal, dan memperkuat rantai pasok nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya