Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menkop Budi Arie Dukung Inkud Aktif Kolaborasi Dengan Berbagai Negara
Kamis, 7 November 2024 23:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menekankan pentingnya mendorong pertanian Indonesia menuju industrialisasi dan hilirisasi berbasis koperasi, untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Salah satunya dengan mendukung langkah Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) Indonesia dalam menjalin kerja sama dengan dunia usaha dari China, Singapura, dan Malaysia di sektor pertanian.
Ia berharap, kerja sama Inkud dengan pihak luar terus dikembangkan dan saling menguntungkan. “Indonesia negara terbuka untuk melakukan banyak kerja sama dengan negara lain yang diharapkan membawa kemajuan bersama,” katanya di Jakarta, Kamis (7/11/2024).
Baca juga : BSI Dan BGN Teken MoU Dukung Program Makanan Bergizi Gratis
Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono menambahkan, pihaknya akan terus mendorong kerja sama antara koperasi di Indonesia dengan perusahaan asing untuk pengembangan sektor industri.
“Inkud bergerak di tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, dan peternakan,” katanya.
Ia juga mendorong koperasi tidak hanya memproduksi bahan baku, tetapi juga terlibat dalam kegiatan industri agar menjadi badan usaha besar. Tujuannya agar koperasi dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing.
Baca juga : Gandeng Perum Bulog, Kejati Jakarta Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Inkud Portasius Nggedi menuturkan, mitra Inkud melalui perwakilan Kadin China di Indonesia memberikan donasi peralatan untuk program Pemerintah Makan Bergizi Gratis senilai 1,7 juta dolar AS.
Ada juga bantuan dari Shenyang Agricultural University berupa pembangunan laboratorium di bidang pertanian dan perkebunan.
“Kami berharap, bantuan ini dapat mempercepat program Pemerintah,” ucapnya.
Baca juga : DPR Minta KPAI Proaktif Tangani Kekerasan Anak
Selain itu, Inkud menjalin kerja sama dengan pengusaha Singapura untuk pembangunan pabrik CPO dan sektor hilirnya, yaitu refinery. “Rencananya akan dibangun lima pabrik CPO, salah satunya di Jambi. Kami akan bertemu langsung dengan petani sawit di Jambi. Jadi, para petani menjadi subjek dalam ekosistem dari hulu ke hilir ini,” jelasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya