RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sudah menerima proposal rencana investasi Apple sebesar 100 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 1,58 triliun (kurs Rp 15.800) di Indonesia selama dua tahun.
Jumlah tersebut naik 10 kali lipat dari rencana awal Apple yang ingin investasi sebesar 10 juta dolar AS atau Rp 158 miliar untuk membangun pabrik aksesoris dan komponen di Bandung, Jawa Barat.
“Kemenperin sudah menerima proposal Apple tertanggal 18 November 2024. Tentunya kami mengapresiasi niat Apple dalam proposal tersebut,” kata Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif dalam keterangan resmi Kemenperin, Kamis (21/11/2024).
Menurut Febri, Kemenperin bergerak cepat alias gercep dan akan melakukan rapat pimpinan untuk membahas proposal tersebut.
“Pak Menteri (Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita) merespons dan menyambut baik komitmen investasi Apple tersebut,” ujarnya.
Baca juga : Gibran Dorong Proyek Tanggul Laut Dikebut
Namun demikian, Kemenperin masih tetap menagih janji Apple yang ingin berinvestasi Rp 300 miliar untuk memenuhi aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Persyaratan TKDN ini diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 29 Tahun 2017 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Komponen Dalam Negeri Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam dan Komputer Tablet.
Pada Permenperin 29/2017, disebutkan bahwa penghitungan TKDN dapat dilakukan menggunakan tiga skema. Pertama, pembuatan produk di dalam negeri. Kedua, membangun pabrik, pembuatan aplikasi di dalam negeri. Ketiga, pengembangan inovasi di dalam negeri.
Sebelumnya, Apple memilih skema pengembangan inovasi melalui pembangunan Apple Academy.
Produsen iPhone ini sudah membangun tiga Apple Academy yang berlokasi di BSD Tangerang, Batam dan Surabaya.
Baca juga : Getafe Vs Real Valladolid, Berebut Keluar Zona Merah
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya menyampaikan, iPhone 16 keluaran Apple belum bisa dijual di Indonesia karena masih dalam proses pengurusan TKDN. Ini salah satu syarat importasi telepon seluler tersebut.
Saat ini, masih ada gap sekitar Rp 240 miliar. Kalau komitmen ini bisa mereka realisasikan, maka Apple akan mendapatkan nilai TKDN 40 persen dan perusahaan itu bisa jualan di Indonesia.
Febri menegaskan, TKDN akan menciptakan keadilan bagi semua investor yang berinvestasi di Indonesia. TKDN juga akan menciptakan nilai tambah dan memperdalam struktur industri dalam negeri.
Kemenperin mencatat, penjualan ponsel Apple di Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Tahun 2023, jumlah penjualannya mencapai 2,61 juta unit. Sebagai perbandingan, penjualan ponsel Apple di Vietnam hanya 1,43 juta unit.
Sementara, nilai pendapatan penjualan Apple di Indonesia diperkirakan Rp 30 triliun.
Baca juga : Si Raja Tarkam Sikat China
“Angka ini kan masih jauh dari nilai investasi yang direncanakan untuk mendukung perkembangan ekonomi nasional dan ekosistem teknologi digital di Indonesia,” ujar Febri. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Jumat, 22 November 2024 dengan judul "Mau Bangun Pabrik Aksesoris Dan Komponen Di Bandung, Apple Kirim Proposal, Menperin Gerak Cepat"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.