Sebelumnya
Kemudian, investasi di sektor minyak bumi dan gas 68,3 miliar dolar AS. Sektor perkebunan, kelautan, perikanan hingga kehutanan sebesar 51,3 miliar dolar AS.
“Yang paling penting, hilirisasi ini menciptakan lebih dari 3 juta lebih pekerjaan baru. Selain itu, ekspor juga meningkat dan diproyeksikan mencapai 857,9 miliar dolar AS,” terang Rosan.
Baca juga : Curah Hujan Diramal Ekstrem, Jabodetabek Rawan Banjir
Menurutnya, terdapat 28 komoditas yang akan dikembangkan dalam proyeksi tersebut, antara lain sektor mineral dan batubara (minerba), perkebunan, kelautan, perikanan dan kehutanan.
Ada juga beberapa komoditas yang sedang dikembangkan, seperti kelapa sawit, karet, udang, rumput laut dan lain-lain.
Baca juga : Indonesia Vs Laos, Tim Garuda Muda Siapkan Strategi Jitu
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mengatakan, kunci utama ekonomi Indonesia bisa tumbuh tinggi, yakni melalui investasi yang besar dan ekspor meningkat.
“Mesin pertumbuhan ekonomi tidak hanya mengandalkan konsumsi rumah tangga. Namun juga dari ekspor, investasi dan pengeluaran Pemerintah,” kata Esther kepada Rakyat Merdeka. NOV
Baca juga : Kantor Presiden Digeledah, Eks Menhan Mau Bunuh Diri
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Kamis, 12 Desember 2024 dengan judul "Genjot Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Rosan: Indonesia Butuh Investasi 13.528 Triliun"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.