Dark/Light Mode

Curah Hujan Diramal Ekstrem, Jabodetabek Rawan Banjir

Kamis, 12 Desember 2024 06:50 WIB
Menko PMK Pratikno (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan usai me­mimpin Rapat Tingkat Menteri di Kantor Kemenko PMK, Ja­karta Pusat, Selasa (10/12/2024). (Foto: Humas Kemenko PMK)
Menko PMK Pratikno (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan usai me­mimpin Rapat Tingkat Menteri di Kantor Kemenko PMK, Ja­karta Pusat, Selasa (10/12/2024). (Foto: Humas Kemenko PMK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Curah hujan dengan intensitas ekstrem diramal bakal mengguyur wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Sejumlah wilayah langganan banjir di wilayah tersebut berpotensi kelelep alias alami banjir besar.

Curah hujan dengan intensitas ekstrem terjadi karena ada hem­busan angin dingin dari Siberia. Karena itu, butuh kerja ekstra keras untuk mencegah bencana banjir besar.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manu­sia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan, Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi potensi banjir di wilayah Jabodetabek, menyusul prediksi curah hujan tinggi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Baca juga : Indonesia Vs Laos, Tim Garuda Muda Siapkan Strategi Jitu

“Sebagaimana telah disampai­kan kepada publik oleh BMKG bahwa curah hujan sangat tinggi akan terjadi di wilayah-wilayah mulai dari Sumatera, Jawa, sam­pai dengan NTT (Nusa Tenggara Timur), termasuk Jabodetabek. Dan kita antisipasi semua dae­rah itu,” ujar Pratikno usai me­mimpin Rapat Tingkat Menteri di Kantor Kemenko PMK, Ja­karta Pusat, Selasa (10/12/2024).

Langkah antisipasi itu, per­tama melakukan modifikasi cuaca secara berkesinambungan untuk mengurangi intensitas curah hujan yang tinggi. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat mengurangi volume hujan yang turun secara signifikan. Sehingga dampak terhadap infrastruktur pengelolaan air di wilayah Ja­bodetabek dapat diminimalkan.

“Modifikasi ini akan mengurangi curah hujan yang berlebihan. Tidak bisa meniadakan hujan. Itu tidak mungkin, tetapi dapat mengurangi. Dan itu mengurangi beban terhadap infrastruktur air yang ada di wilayah Jabodeta­bek,” ujar Pratikno.

Baca juga : Menteri PU Undang Presiden ke IKN Desember

Pemerintah juga akan melaku­kan optimalisasi infrastruktur melalui perbaikan, renovasi, dan pemeliharaan. Serta memastikan kesiapsiagaan petugas teknis di lapangan. Selain itu, apel siaga akan terus dilaksanakan secara rutin oleh pihak-pihak terkait untuk memastikan respons yang cepat dan efektif dalam mengha­dapi potensi bencana.

Pratikno mengungkapkan, rapat tersebut memutuskan membentuk Posko Bersama di Kantor BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) sebagai pusat koordinasi untuk memantau situasi secara real-time. Langkah ini diambil untuk memastikan respons yang cepat dan terkoordinasi antara berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan potensi bencana.

“Melalui Posko Bersama ini, setiap unit pemerintahan mengirimkan wakilnya di BNPB agar mudah monitor dan koordinasi,” jelas Pratikno.

Baca juga : Prabowo: Kencangkan Ikat Pinggang

Lebih lanjut, Pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah penanganan jika bencana banjir tidak dapat dihindari.

“Kami siap-siaga untuk me­layani masyarakat. Titik-titik banjir sudah kami identifikasi secara jelas. Sehingga kami bisa meminimalisir beban masyara­kat seandainya banjir terjadi,” pungkas Pratikno.

Turut hadir dalam rapat terse­but, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Kusworo, Ke­pala BMKG Dwikorita Kar­nawati, Pj. Gubernur DK Jakarta Teguh Setyabudi, Pj. Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, ja­jaran bupati dan wali kota se Ja­bodetabek, dan perwakilan dari kementerian/lembaga terkait.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.