RM.id Rakyat Merdeka - Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatatkan jumlah penumpang mencapai 21,8 juta orang selama periode Januari-November 2024, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional.
Capaian ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang tercatat sebanyak 19,4 juta penumpang.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penumpang tersebut dipicu oleh pembukaan sejumlah rute baru.
"Inisiatif pembukaan rute baru menjadi salah satu faktor utama yang mendatangkan lebih banyak penumpang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu, (15/12/2024).
Baca juga : Petani Milenial Merauke Raup Pendapatan 15-20 Juta Per Bulan
Selama 11 bulan terakhir, Bandara I Gusti Ngurah Rai menambah enam rute domestik baru, yaitu ke Sorong, Lampung, Berau, Sumbawa, Palembang, dan Pontianak.
Selain itu, terdapat delapan rute internasional baru, antara lain Bengaluru, Canberra, Abu Dhabi, Moskow, Kota Kinabalu, Phuket, Busan, dan Shanghai.
Peningkatan jumlah penumpang ini juga berdampak pada pergerakan pesawat, yang tercatat mencapai 129.493 pergerakan, tumbuh 4 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2023 yang mencatatkan 124.153 pergerakan pesawat.
Syaugi menyebutkan bahwa dari total 21,8 juta penumpang, sekitar 59 persen atau 12,9 juta di antaranya merupakan penumpang internasional, sementara sisanya, sebanyak 8,9 juta penumpang, merupakan penerbangan domestik.
Baca juga : Gibran Telat Sambutan Karena Banyak Yang Minta Salaman
Ia memprediksi bahwa lonjakan penumpang akan terus terjadi pada bulan Desember, terutama selama periode Natal dan Tahun Baru 2025.
Target jumlah penumpang untuk periode Januari-Desember 2024 diperkirakan akan mencapai 23,6 juta orang.
"Jumlah penumpang per bulan memang fluktuatif tergantung momen liburan. Pada 2024, jumlah penumpang tertinggi tercatat pada bulan Juli, dengan 2,1 juta penumpang. Secara rata-rata, kami melayani 1,9 juta penumpang per bulan atau sekitar 65.282 penumpang per hari," tambahnya.
Untuk penerbangan domestik, rute Jakarta menjadi yang tersibuk dengan lebih dari 4,4 juta penumpang, atau lebih dari 50 persen dari total penumpang domestik.
Baca juga : BNI Raih Fasilitas Pinjaman USD 600 Juta dari 6 Bank Asing
Rute Surabaya berada di posisi kedua dengan 1,2 juta penumpang, disusul Makassar dengan 476 ribu penumpang.
Sementara itu, rute internasional dengan jumlah penumpang terbanyak masih didominasi oleh Singapura, dengan 2,5 juta penumpang, diikuti oleh Kuala Lumpur (1,5 juta penumpang) dan Perth (975 ribu penumpang).
Syaugi mengungkapkan bahwa meski capaian ini patut disyukuri, pelayanan kepada pengguna jasa harus terus ditingkatkan seiring dengan pertumbuhan jumlah penumpang yang terus meningkat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.