Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Industri Hulu Migas Laksana Bensin dalam Pembangunan
Jumat, 23 Agustus 2024 17:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ibarat sebuah kendaraan, untuk bisa melaju, butuh bensin sebagai bahan bakarnya. Begitu juga dalam pembangunan negeri ini. Untuk bisa terus tumbuh, harus ada “bensinnya”. Industri hulu migas berperan penting dalam hal ini. Industri hulu migas laksana bensin, dengan memberikan banyak pemasukan ke negara untuk melaksanakan pembangunan.
Pelaksanaan kegiatan industri hulu migas dikelola dan diawasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Lembaga ini awalnya bernama Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (BP Migas), yang didirikan pada 16 Juli 2002 berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42/2002 tentang BP Migas. Lembaga ini kemudian berubah menjadi SKK Migas pada 10 Januari 2013, berdasarkan PP Nomor 9/2013.
Terhitung sejak berdirinya BP Migas, industri hulu migas sudah berjalan selama 22 tahun. Selama dua dekade lebih pengabdiannya, kontribusi industri hulu migas untuk membiayai pembangunan sangat besar. Berdasarkan data SKK Migas, dalam 22 tahun tersebut, penerimaan negara dari sektor hulu migas mencapai Rp 5.045 triliun. Angka ini hanya kalah dari sektor pajak.
Untuk tahun ini, hingga Juni 2024, SKK Migas mencatat, penerimaan negara dari hulu migas sudah mencapai 7,6 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 114 triliun. Angka ini berada di atas target penerimaan negara dari sektor migas pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 yang ditetapkan per Juni 2024 sebesar 5,41 miliar dolar AS atau sekitar Rp 81 triliun.
Selain dalam bentuk penerimaan negara, industri hulu migas berkontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan industri dalam negeri. Salah satunya, dengan memprioritaskan gas untuk kebutuhan industri domestik.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyampaikan, sejak 2012, pasokan gas untuk kebutuhan domestik terus meningkat. Saat ini, sekitar 70 persen pasokan gas digunakan untuk kebutuhan industri dalam negeri. Kelebihannya baru diekspor.
“Pemenuhan kebutuhan gas untuk domestik itu paling utama. Jika ada sisa, lalu diekspor,” terang Dwi, saat memberikan arahan dalam syukuran 22 industri hulu migas, di Kantor SKK Migas, Jakarta, 16 Juli 2024.
Baca juga : Antara Utang & Pembangunan
Pasokan gas untuk dalam negeri ini bisa meningkat lagi jika ketersediaan infrastruktur gas sudah semakin baik. Saat ini, di Jawa Timur terjadi kelebihan gas mencapai 150 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari) yang tidak bisa diproduksi karena tidak ada yang menyerap. Hal yang sama juga terjadi di Natuna.
Dwi menerangkan, saat ini Pemerintah telah memberikan perhatian untuk pembangunan infrastruktur gas seperti proyek pipa gas Dumai-Sei Mangke dan penyelesaian proyek pipa Cisem II. Kata Dwi, jika infrastruktur di Sumatera, Jawa, hingga Bali sudah terhubung, potensi gas yang ada dapat lebih dioptimalkan. “Dan kebutuhan industri pengguna gas dapat dipenuhi,” terangnya.
Kado HUT RI
Dalam sisi produksi, menjelang HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus lalu, industri hulu migas memberikan kado manis. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator Blok Cepu di bawah pengawasan SKK Migas, mengumumkan ditemukannya kolom minyak di atas sumur eksisting Lapangan Banyu Urip lewat pengeboran sumur pertama Banyu Urip Infil Clastic (BUIC). Sumur B-13 ini merupakan yang pertama dari total 7 sumur yang dibor menggunakan rig PDSI-40.3. Sumur tersebut sudah berproduksi 13.300 barel per hari, dan optimalisasi lebih lanjut terus dilakukan.
Hasil dari sumur ini meningkatkan produksi minyak di Blok Cepu dan memperkuat ketahanan energi Indonesia. SKK Migas memberikan perhatian yang besar terhadap upaya menjaga produksi Lapangan Minyak Banyu Urip agar tetap optimal. Sebab, Banyu Urip adalah kontributor nomor 2 terbesar, dengan sumbangan mencapai sekitar 25 persen dari produksi nasional.
Menurut Dwi Soetjipto, produksi Lapangan Banyu Urip telah melampaui yang ditargetkan dalam Plan of Development (POD). Hal ini merupakan buah dari berbagai upaya dan terobosan yang dilakukan SKK Migas dan EMCL dalam menjaga kinerja lapangan. “Yaitu meningkatkan produksi dengan tetap memperhatikan kemampuan dan daya dukung reservoir yang ada,” terang Dwi.
Setelah ini, diharapkan pada kuartal IV-2024 akan onstream pemboran sumur kedua dan memberikan tambahan produksi hingga 9.300 barel per hari di tahun 2024. Ada pun investasi untuk pemboran ketujuh sumur diperkirakan sekitar Rp 3,25 triliun. Hasil investasi ini akan memberikan penambahan penerimaan negara sebesar sekitar Rp 32 triliun dan dapat memberikan tambahan minyak sebesar 42,92 MMSTB (juta barel minyak stok tangki).
Menurut Dwi, upaya-upaya tersebut dapat menjembatani potensi Indonesia dalam mencapai target 1 juta barel per hari dan 12 miliar standar kaki kubik per hari pada dekade ini. “Potensi-potensi ini kita terus gali. Tentunya demi meraih cita-cita jangka panjang untuk kemandirian energi,” terangnya.
Baca juga : Industri Waralaba Terus Tumbuh, Brand Semakin Kuat dan Tangguh
Dalam peringatan HUT ke-79 RI, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D Suryodipuro menerangkan, kegiatan usaha hulu migas seperti pengeboran dan eksekusi proyek, juga turut menciptakan multiplier effect yang signifikan. Seperti melalui penerapan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang mencapai 58 persen dari total belanja dan penyediaan lapangan kerja untuk 150 ribu pekerja.
Menurut Hudi, dalam peringatan HUT ke-79 RI lalu, industri hulu migas telah memberikan sumbangsih nyata bagi bangsa dan negara. Antara lain, kesuksesan kinerja eksplorasi dengan temuan eksplorasi di Geng North, Layaran, dan Tangkulo, yang telah menempatkan Indonesia pada posisi teratas temuan eksplorasi di Asia Tenggara dalam dua tahun terakhir. “Temuan ini membuktikan, potensi subsurface Indonesia masih sangat menjanjikan,” terangnya.
Aksi Sosial
Di bidang sosial, industri hulu migas juga banyak memberi sumbangsih untuk negeri. Pada 17 Juli lalu, SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Petronas Indonesia meresmikan fasilitas penunjang pendidikan masyarakat yang diberi nama Rumah Pintar di sekitar wilayah operasi Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura. Fasilitas ini merupakan wujud kepedulian SKK Migas dan Petronas Indonesia terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat di Sampang.
Pembangunan fasilitas pendidikan tersebut sejalan dengan aspirasi pemerintah daerah untuk meningkatkan tingkat literasi serta partisipasi sekolah dari masyarakat setempat. Rumah Pintar diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan kondusif bagi siswa serta meningkatkan kompetensi SDM lokal melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Kepala Departemen Komunikasi SKK Migas Fauziah Rikani menyampaikan, program pemberdayaan masyarakat ini merupakan salah satu bentuk multiplier effect dari keberadaan industri migas Indonesia. “Kami berharap, melalui Rumah Pintar dan Taman Merdeka Ketapang, keberadaan industri migas dapat dirasakan langsung manfaatnya bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja,” ujarnya.
Untuk tahun 2024, lanjutnya, terdapat 1.475 program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan industri hulu migas di seluruh wilayah Indonesia. Jumlah penerima manfaat program tersebut sekitar 260 ribu jiwa dengan nilai sekitar Rp 525 miliar.
Menurut Fauziah, hal ini membuktikan komitmen industri hulu migas dalam program pemberdayaan masyarakat berkelanjutan dengan melaksanakan lima pilar guna meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat serta melestarikan lingkungan hidup. “Kelima pilar tersebut meliputi ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta lingkungan.” kata dia.
Baca juga : Menteri AHY Sebut IKN Simbol Pemerataan Pembangunan Indonesia
Aksi sosial lainnya yang dilakukan SKK Migas yaitu memberikan bantuan untuk korban banjir dan longsor di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, 17 Mei lalu. Bantuan yang diberikan berupa sembako sebanyak 1.000 paket yang terdiri dari beras, minyak goreng, dan mie instan.
Untuk Kabupaten Agam, bantuan diserahkan di SDN 08 Kubang Duo Koto Panjang, Kecamatan Canduang. Bantuan diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Edi Busti didampingi Kalaksa BPBD Agam Budi Perwira. Sedangkan untuk Kabupaten Tanah Datar, serah terima bantuan berlangsung di Gedung Indo Jalito. Bantuan diterima Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Datar Lise Eka Putra di ampingi Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tanah Datar Yusrizal.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut Yanin Kholison menerangkan, dalam menjalankan tugas utama melaksanakan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi kegiatan hulu migas, pihaknya berkomitmen untuk tetap membantu masyarakat di sekitar daerah operasi. "Kami berharap, bantuan yang diberikan sebagai bentuk peduli juga memberikan manfaat dan membantu meringankan dampak dari bencana ini," ungkap Yanin.
Peduli Lingkungan
Dalam bidang lingkungan, industri hulu migas turut berkontribusi mengurangi emisi karbon. Industri hulu migas telah meluncurkan enam inisiatif untuk pengurangan emisi karbon. Salah satunya dengan penanaman pohon.
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D Suryodipuro menerangkan, setiap tahun, industri hulu migas menargetkan penanaman 2 juta pohon. Sejak diluncurkannya Rencana dan Strategi (Renstra) Indonesia Oil & Gas (IOG) 4.0 pada 2020, industri hulu migas telah menanam 8,5 juta pohon.
Pada 5 Februari 2024, SKK Migas bersama KKKS wilayah perwakilan Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabanusa), memberikan dukungan program penghijauan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan berpartisipasi pada kegiatan penanaman pohon bambu di Bamboo Eco Park Magetan. Pada kegiatan tersebut, SKK Migas dan KKKS menanam sebanyak 2.500 pohon bambu yang terdiri dari 23 spesies dari dalam dan luar negeri pada lahan seluas 3 hektar.***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya