BREAKING NEWS
 

Wamenperin: Industri Otomotif Penopang Ekonomi RI

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Jumat, 20 Desember 2024 19:35 WIB
Wamenprin Faisol Riza. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perekonomian Indonesia pada Triwulan III-2024 terus menunjukkan performa positif dengan pertumbuhan sebesar 4,95 persen (yoy). Industri otomotif menjadi salah satu penopangnya.

Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza mengatakan, sektor industri pengolahan menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan 4,72 persen (yoy) dan menyumbang 19,02 persen terhadap ekonomi nasional. Pada November 2024, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) tercatat di level 52,95, menandakan ekspansi dan tingginya kepercayaan terhadap sektor industri.

“Stabilnya pertumbuhan sektor manufaktur menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia semakin baik,” ujar Faisol saat menghadiri acara seremoni produksi satu juta mobil Mitsubishi di Cikarang, Jawa Barat, Jumat (20/12/2024).

Baca juga : Kemenperin Kenalkan Jakarta Industrial Digital Parkway

Pada 2023, kata dia, industri kendaraan bermotor roda empat mencatatkan produksi sebesar 1,39 juta unit, dengan penjualan domestik melebihi 1 juta unit dan ekspor kendaraan CBU (Completely Built Up) mencapai 500 ribu unit, naik 6,7 persen dibanding 2022.

Adsense

Sementara itu, pada periode Januari-November 2024, sektor otomotif mencatat produksi 1,09 juta unit kendaraan, wholesales 784 ribu unit, dan ekspor CBU 428 ribu unit. Selain itu, ekspor CKD (Completely Knocked Down) mencapai 42 ribu unit, dengan 143 juta unit komponen atau parts by parts yang juga berhasil diekspor.

“Data ini menunjukkan bahwa industri otomotif tetap menjadi salah satu sektor penyumbang devisa terbesar dan memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Faisol.

Baca juga : PNM Liga Nusantara Dorong Pemberdayaan Ekonomi Akar Rumput

Meski demikian, Faisol mencatat adanya penurunan penjualan domestik kendaraan bermotor sebesar 14,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023, dari 920.518 unit menjadi 784.788 unit. Penurunan ini diperkirakan berdampak pada interaksi hulu-hilir (Backward Linkage-Forward Linkage) di sektor otomotif, dengan kerugian mencapai Rp 7,53 triliun, terdiri dari Rp 4,1 triliun di sektor hulu dan Rp 3,43 triliun di sektor hilir.

Namun, Faisol optimis, sektor otomotif tetap memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, baik melalui sektor hulu seperti industri logam, elektronik, dan karet, maupun sektor hilir seperti perdagangan, transportasi, dan logistik. “Industri kendaraan bermotor memiliki potensi besar untuk terus menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi nasional,” tutup Faisol.

Meski terdapat tantangan, Faisol menegaskan, pentingnya menjaga stabilitas sektor otomotif dan memperkuat ekosistem industri agar tetap mampu menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense