Dark/Light Mode

Menteri ESDM: Hilirisasi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Kamis, 12 Desember 2024 10:44 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: ESDM)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya percepatan hilirisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang menjadi target Presiden RI Prabowo Subianto.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2024 bertema “Akselerasi Hilirisasi dan Investasi Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas” yang digelar pada Rabu (11/12/2024).

“Tidak akan mungkin pertumbuhan ekonomi kita meningkat kalau tanpa ada trigger-nya, dan trigger-nya itu adalah investasi. Investasinya di apa? Di hilirisasi,” ujar Bahlil.

Baca juga : Rosan: Indonesia Butuh Investasi 13.528 Triliun

Bahlil menjelaskan bahwa sektor energi nasional menghadapi tantangan besar, khususnya terkait lifting minyak yang saat ini hanya mencapai 600 ribu barel per hari. Angka ini masih jauh di bawah kebutuhan nasional yang mencapai 1,6 juta barel per hari. Akibatnya, Indonesia harus mengimpor sekitar 1 juta barel per hari.

“Situasi ini mengganggu neraca perdagangan, devisa, dan neraca pembayaran kita,” jelas Bahlil. Untuk mengatasi masalah ini, hilirisasi dinilai menjadi solusi strategis guna mencapai kedaulatan energi nasional.

Selain sektor energi, Bahlil menyoroti pentingnya sinergi antara Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi. 

Baca juga : Menteri LH Kunjungi Pabrik AQUA, Perkuat Sinergi Implementasi Ekonomi Sirkular

Ia juga mengapresiasi peta jalan hilirisasi 28 komoditas yang telah disusun Kementerian Investasi sebagai langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan sektor mineral dan batubara.

Dalam konteks transisi energi, pemerintah terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) untuk menggantikan energi fosil. Salah satu langkah konkret adalah program konversi motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik.

Bahlil mencatat, Indonesia memiliki sekitar 120 juta unit kendaraan roda dua yang menjadi salah satu penyumbang besar konsumsi bahan bakar minyak. “Bayangkan berapa minyak yang kita pakai hanya untuk motor. Ini yang mau kita konversi,” tandasnya.

Baca juga : Menteri UMKM Ajak Investor Garap Potensi Besar Pertumbuhan Startup Lokal

Melalui percepatan hilirisasi dan transisi energi, Bahlil optimistis Indonesia mampu mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil. “Hilirisasi adalah kunci menuju Indonesia Emas,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.