BREAKING NEWS
 

Bisa Kebut Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Sektor Minerba, Penyumbang Investasi Terbesar Dalam Negeri

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 23 Desember 2024 07:58 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus mendorong hilirisasi komoditas mineral dan batu bara (minerba), sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang ingin mendorong laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 8 persen dalam beberapa tahun mendatang.

Terkait hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan, hilirisasi akan menjadi instrumen penting untuk mencapai tujuan tersebut.

"Tidak ada cara lain yang harus kita lakukan untuk meningkatkan GDP dan pendapatan per kapita kita, selain dengan cara-cara terobosan baru. Hilirisasi adalah salah satu instrumen untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang kita inginkan," ujar Bahlil.

Bahlil menjelaskan, dalam Peta Jalan Hilirisasi Investasi Strategis, pemerintah memproyeksikan total investasi mencapai 618 miliar dolar Amerika Serikat (AS) yang akan dialokasikan untuk 28 komoditas hilirisasi.

Sekitar 91 persen dari besaran investasi tersebut terkonsentrasi di sektor ESDM, terutama untuk komoditas minerba serta minyak dan gas bumi.

"Untuk kebutuhan hilirisasi sebagai instrumen pertumbuhan ekonomi terbanyak atau mencakup 91 persen dari 28 komoditas itu, kita membutuhkan total investasi sebesar 618 miliar dolar AS sampai tahun 2035-2040," papar Bahlil.

Baca juga : Industri Petrokimia RI Bisa Topang Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Ini Syaratnya

"Dari angka tersebut, sekitar 91 persen ada di Kementerian ESDM. Minerba yang paling banyak," imbuhnya.

Bahlil pun mengingatkan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana. Salah satu prinsipnya, menjaga  keseimbangan antara permintaan dan penawaran komoditas. Agar harga komoditas tetap stabil di pasar global.

Bahlil menyebut Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar. Cadangan nikel Indonesia termasuk yang terbesar, dengan cakupan 40-45 persen dari total cadangan nikel dunia.

Khusus untuk nikel, pada tahun 2022, data Badan Geologi Amerika masih mencantumkan bahwa Indonesia memiliki cadangan nikel 22-23 persen dari total yang ada di dunia.

"Tapi sejak akhir 2023, data Badan Geologi Amerika mengatakan, sebanyak 40-45 persen total cadangan nikel di dunia ada di Indonesia, salah satu negara peringkat yang mempunyai cadangan nikel terbesar di dunia," beber Bahlil.

Adsense

Kondisi serupa juga dialami timah, batubara, bauksit, dan pasir kuarsa. Pasir kuarsa, menurut Bahlil, saat ini merupakan komoditas penting, karena menjadi bahan baku solar panel.

Berikut posisi potensi mineral dan batubara Indonesia:

Baca juga : Targetkan Pertumbuhan 35 Persen, Ini Jurus Jasindo Syariah

1. Nikel, nomor 1 di dunia (42 persen dari cadangan global)

2. Bauksit, nomor 4 dunia (9,8 persen dari cadangan global)

3. Tembaga, nomor 9 dunia (2 persen dari cadangan global)

4. Emas, nomor 4 dunia (5,8 persen dari cadangan global)

5. Timah, nomor 1 dunia (34,47 persen dari cadangan global)

6. Batubara, nomor 6 dunia (3 persen dari cadangan global)

Bahlil menegaskan, hilirisasi sektor minerba tidak hanya berdampak positif pada perekonomian nasional, tetapi juga pada perekonomian daerah.

Baca juga : Hilirisasi Menuju Kedaulatan Energi

Menurutnya, dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh sektor ini sangatlah besar. Terutama, dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan daerah.

"Multiplier effect-nya di daerah itu tinggi sekali. Jadi, minerba adalah salah satu instrumen pendongkrak ekonomi daerah. Inilah kenapa, kita harus saling mendukung," ujar Bahlil.

Dia pun mengajak para pengusaha di sektor minerba, untuk lebih berperan aktif dalam memberikan masukan terkait perbaikan tata kelola industri pertambangan.

Bahlil berharap, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dapat menciptakan iklim investasi yang lebih baik, sekaligus menumbuhkan industri pertambangan yang lebih berkelanjutan.

"Kami mohon dukungan dari teman-teman pengusaha. Sampaikan, jika ada hal-hal yang perlu kami bantu atau perbaiki. Kami selalu terbuka untuk melakukan perbaikan. Agar dunia usaha dapat tumbuh dan berkembang, menciptakan lapangan pekerjaan, serta menghasilkan pajak dan royalti. Pada saat yang sama, negara akan menata agar proses ini berjalan lebih adil," tutur Bahlil.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense