Dark/Light Mode

Bos Toyota: Solusi Atasi Krisis Iklim Bisa Dari Lingkungan Sekitar

Kamis, 6 Agustus 2026 13:46 WIB
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup, Kementerian Lingkungan Hidup, Lulu Agustina (ketiga dari kiri), bersama Wakil Presiden Direktur PT Toyota MotorManufacturing Indonesia TMMIN, I Nyoman Winaya (kedua dari kiri), dan Direktur PT Toyota-Astra Motor TAM, Suranywaty Tjandrasa (ketiga dari kanan), pada acara Kick-off Toyota Eco Youth TEY Ke-14 Tahun 2026 di kawasan Sentul, Bogor, Kamis (6/8/2026). (Foto: TMMIN)
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup, Kementerian Lingkungan Hidup, Lulu Agustina (ketiga dari kiri), bersama Wakil Presiden Direktur PT Toyota MotorManufacturing Indonesia TMMIN, I Nyoman Winaya (kedua dari kiri), dan Direktur PT Toyota-Astra Motor TAM, Suranywaty Tjandrasa (ketiga dari kanan), pada acara Kick-off Toyota Eco Youth TEY Ke-14 Tahun 2026 di kawasan Sentul, Bogor, Kamis (6/8/2026). (Foto: TMMIN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Toyota Indonesia menilai upaya mengatasi krisis iklim tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Solusi untuk mengurangi emisi karbon dapat lahir dari persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat sehari-hari melalui inovasi berbasis kearifan lokal.

Pesan tersebut menjadi semangat yang diusung Toyota Indonesia saat membuka rangkaian Toyota Eco Youth (TEY) ke-14 di Valley Market, Bogor, Kamis (6/8/2026). Mengusung tema "Decarbonization, Lead The Change, Together for Earth" dengan tagline EcoPioneer, program ini mengajak pelajar SMA dan sederajat di seluruh Indonesia menciptakan solusi lingkungan yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) I Nyoman Winaya mengatakan, perubahan iklim merupakan tantangan global yang membutuhkan kontribusi dari seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.

Baca juga : Ara: Mal Harus Tumbuh Bersama Lingkungan Sekitar

"Emisi karbon adalah tantangan bersama yang tidak mengenal batas wilayah. Oleh karena itu, solusi untuk menguranginya dapat berawal dari persoalan lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selama lebih dari 20 tahun, semangat itulah yang terus kami tumbuhkan melalui Toyota Eco Youth," kata Nyoman.

Menurut dia, penyelenggaraan Toyota Eco Youth ke-14 diharapkan mampu melahirkan lebih banyak inovasi berbasis potensi dan kearifan lokal yang tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya dekarbonisasi secara lebih luas.

Toyota Eco Youth merupakan program tanggung jawab sosial (CSR) Toyota Indonesia yang menjadi wadah bagi pelajar SMA, MA, SMK, dan sederajat untuk mengembangkan ide-ide inovatif dalam bidang lingkungan. Peserta mengajukan proposal yang akan diseleksi, kemudian proposal terbaik memperoleh pendampingan hingga tahap implementasi.

Baca juga : Guru Besar UGM: Kerugian Kredit LPEI Tak Bisa Disimpulkan Prematur

Sebagai inspirasi bagi peserta, Toyota Indonesia menghadirkan Juara I Toyota Eco Youth ke-12 asal SMA Negeri Bali Mandara, Ni Kadek Karina Dewi dan Putu Darma Yasa. Keduanya berhasil mengembangkan Bioghum, bio-briket berbahan limbah sorgum yang memperoleh pengakuan di tingkat internasional sebagai solusi pemanfaatan limbah berbasis potensi lokal.

Selain itu, kreator konten sekaligus pegiat lingkungan Jerhemy Owen turut berbagi pengalaman mengenai pentingnya mengemas isu lingkungan dengan pendekatan yang dekat dengan generasi muda agar semakin banyak anak muda terdorong menjadi bagian dari solusi.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2005, Toyota Eco Youth telah melibatkan 2.033 sekolah dari 34 provinsi, menghasilkan 9.972 proposal inovasi lingkungan, mengimplementasikan 232 proyek lingkungan, serta membangun 32 Eco Gallery sebagai sarana edukasi lingkungan di sekolah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.