Dark/Light Mode

Transjakarta Gandeng APKI-PERDOKI, Perkuat Standar Kesehatan Pramudi

Kamis, 6 Agustus 2026 12:04 WIB
Foto: Transjakarta.
Foto: Transjakarta.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus memperkuat budaya keselamatan melalui penyusunan Standar Kesehatan dan Psikologi Pramudi bekerja sama dengan Asosiasi Psikologi Kesehatan Indonesia (APKI) dan Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI).

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menekan risiko kecelakaan.

Penyusunan standar tersebut dibahas dalam kegiatan Diseminasi Standar Kesehatan dan Psikologi Pramudi yang dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Polda Metro Jaya, Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, akademisi, mitra operator, serta organisasi profesi.

Standar ini dirancang sebagai pedoman yang diterapkan sejak proses rekrutmen, pelatihan, pembinaan, hingga penetapan status fit to work bagi seluruh pramudi Transjakarta.

Baca juga : Respons Warganet, Pramono Bakal Hubungan JPO Transjakarta dan LRT di Rasuna Said

Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza menegaskan, keselamatan merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan layanan transportasi publik.

Menurutnya, armada modern dan infrastruktur yang baik tidak akan memberikan hasil optimal tanpa didukung pramudi yang sehat, baik secara fisik maupun psikologis.

"Keselamatan merupakan prioritas utama kami. Melalui penyusunan standar ini, kami ingin memastikan setiap pramudi berada dalam kondisi terbaik saat bertugas sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan," ujar Welfizon.

Ketua APKI-HIMPSI, Sali Rahadi Asih, mengatakan standar psikologi harus disusun menggunakan alat ukur yang valid, didukung pengelolaan data yang aman, serta dievaluasi secara berkala.

Baca juga : Kesehatan Fisik dan Mental Pramudi: Kunci Utama Budaya Keselamatan Transjakarta

Dengan demikian, hasil pemeriksaan dapat menggambarkan kondisi psikologis pramudi secara objektif sekaligus menjadi dasar pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.

Standar tersebut akan diintegrasikan ke dalam program pengembangan sumber daya manusia melalui TJ Academy.

Dalam implementasinya, Transjakarta mengadopsi prinsip Swiss Cheese Model, yakni pendekatan keselamatan yang dibangun melalui berbagai lapisan pengendalian, mulai dari teknologi, armada, prosedur kerja, pengawasan, kompetensi personel, hingga kesehatan fisik dan mental pramudi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengapresiasi inisiatif Transjakarta yang menempatkan aspek kesehatan sebagai bagian penting dari sistem keselamatan transportasi publik.

Baca juga : Pramono Klaim Warga Setuju Tarif TransJakarta Blok M-Soetta Dipatok Rp 15 Ribu

Menurutnya, penerapan standar kesehatan dan psikologi secara konsisten akan meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di jalan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.