BREAKING NEWS
 

OJK: Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga Di Tengah Dinamika Global

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ADITYA NUGROHO
Selasa, 7 Januari 2025 20:48 WIB
OJK. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga meski menghadapi tantangan dinamika perekonomian global dan domestik. 

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK pada 2 Januari 2025.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar mengungkapkan bahwa pemulihan ekonomi global masih terbatas, dengan mayoritas negara mencatatkan data ekonomi di bawah ekspektasi. Inflasi yang tetap tinggi mendorong bank sentral global mengambil kebijakan lebih netral.

“Sebagian besar bank sentral telah menurunkan suku bunga kebijakan dalam dua bulan terakhir, namun inflasi yang persisten membuat kebijakan moneter tetap berhati-hati,” ujar Mahendra dalam konferensi pers virtual, Selasa (7/1/2025).

Baca juga : Info BMKG Untuk Cuaca Besok Hujan Atau Panas Di Bekasi, Kamis (2/1)

Di Amerika Serikat, ekonomi dan data ketenagakerjaan tumbuh solid meski inflasi tetap tinggi. The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps pada FOMC Desember, tetapi memberikan sinyal kebijakan “high for longer” dengan proyeksi pemangkasan Fed Fund Rate (FFR) di 2025 hanya 50 bps.

Sementara itu, di China, pemulihan ekonomi mulai terlihat di sisi suplai, meskipun permintaan masih lemah. Consumer Price Index (CPI) terus menunjukkan disinflasi, ekspor terkontraksi, namun PMI manufaktur tercatat di zona ekspansi.

Adsense

Dari sisi domestik, perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja positif. Inflasi headline (CPI) menurun menjadi 1,55 persen yoy, sedangkan inflasi inti naik ke 2,26 persen yoy. Surplus neraca perdagangan berlanjut dan PMI manufaktur terus mencatatkan perbaikan.

Di sektor perbankan, intermediasi tumbuh positif dengan kredit perbankan mencatat pertumbuhan double digit sebesar 10,79 persen yoy menjadi Rp7.717 triliun pada November 2024. Kredit investasi tumbuh tertinggi sebesar 13,77 persen, diikuti kredit konsumsi (10,94 persen) dan kredit modal kerja (8,92 persen).

Baca juga : OJK Terbitkan Aturan Perdagangan Aset Keuangan Digital, Termasuk Kripto

“Bank BUMN menjadi motor utama pertumbuhan kredit dengan peningkatan sebesar 12,41 persen yoy, sedangkan kredit korporasi tumbuh 16,19 persen, dan kredit UMKM tetap tumbuh 4,02 persen,” jelas Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae.

Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh 7,54 persen yoy menjadi Rp8.835,9 triliun. Rasio likuiditas seperti AL/NCD dan AL/DPK masing-masing sebesar 112,94 persen dan 25,57 persen, jauh di atas ambang batas minimum.

Kualitas kredit tetap terjaga dengan NPL gross sebesar 2,19 persen dan NPL net sebesar 0,75 persen. Tren penurunan Loan at Risk (LaR) ke 9,82 persen menjadi sinyal positif, lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi sebesar 9,93 persen pada Desember 2019.

Profitabilitas perbankan (ROA) tercatat di level 2,69 persen, menunjukkan kinerja yang tetap solid. Sementara itu, rasio permodalan (CAR) perbankan berada di level tinggi sebesar 26,92 persen, meskipun sedikit menurun akibat pertumbuhan aset tertimbang menurut risiko (ATMR) yang sejalan dengan pertumbuhan kredit.

Baca juga : Pj Gubernur Kaltim Resmikan Bendungan Babulu Di Penajam Paser Utara

“Permodalan yang solid menjadi bantalan penting untuk mitigasi risiko di tengah ketidakpastian global,” tambah Dian.

Secara keseluruhan, OJK optimis bahwa sektor jasa keuangan akan tetap resilien menghadapi berbagai tantangan ekonomi global dan domestik. Dengan kebijakan strategis dan pengawasan yang intensif, stabilitas sektor keuangan diharapkan terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense