Dark/Light Mode

Jelang Nataru, Stok Bahan Pangan Dijamin Aman

Pemprov Siap Sinergi Kendalikan Inflasi DKI

Rabu, 11 Desember 2024 06:50 WIB
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi. (Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta)
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi. (Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menjamin ketersedian bahan pangan aman menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Harga bahan pangan juga stabil.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi mengatakan, stok beras sangat memadai selama tiga hingga empat bulan ke depan. Bulog juga memiliki stok selama enam bulan ke depan.

Pihaknya juga memperhatikan beberapa variabel lain yang mungkin menyumbang inflasi di daerah.

Baca juga : Laga Lanjutan Basket NBA, Knicks Hempaskan Raptors

“Kami berharap inflasi terjaga dan memenuhi target nasional sebesar 2,5 persen ± 1 persen pada tahun 2024. Alhamdulilah, inflasi masih terkendali dan kami akan terus berupaya menjaganya,” kata Teguh di acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Jakarta Pusat, Jumat (6/12/2024).

Teguh mengapresiasi TPID, Satgas Pangan dan semua stake­holder terkait terhadap upaya yang telah dilakukan dalam pengendalian inflasi.

“Insya Allah, kami siap ber­sinergi agar inflasi Jakarta tetap terkendali. Semoga di bawah rata-rata nasional,” harapnya.

Baca juga : Borussia Dortmund Vs Barcelona, Berebut Tiga Besar

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jakarta Arly­ana Abubakar menjelaskan, inflasi selama November 2024 terken­dali dalam sasaran 1,58 persen dibanding tahun sebelumnya.

Lima komoditas utama pe­nyumbang inflasi Jakarta secara bulanan, yaitu bawang merah, tomat, emas perhiasan, daging ayam ras dan minyak goreng.

“Secara tahunan, lima komo­ditas utama penyumbang inflasi Jakarta, yaitu emas perhiasan, beras, kue kering berminyak, sewa rumah dan upah asisten rumah tangga,” jelasnya.

Baca juga : Maria Theodore, Ogah Memaafkan Perselingkuhan

Menurutnya, TPID Jakarta melakukan strategi 4K (Keter­jangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi dan Komunikasi efektif) untuk pengendalian inflasi.

Arlyana bilang, upaya pengendalian inflasi yang dilaku­kan, antara lain melaksanakan kerja sama antardaerah, meng­gelar kegiatan pasar murah, ur­ban farming, publikasi informasi terkait inflasi di media sosial dan media massa. Serta penjualan produk pangan melalui berbagai kanal toko ritel.

Sinergi dan kerja sama pengendalian juga senantiasa di­lakukan dengan Kementerian/ Lembaga, Bank Indonesia, Bu­log, Badan Usaha Milik Dae­rah (BUMD) Pangan serta pe­mangku kepentingan lain untuk mengendalikan inflasi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.