BREAKING NEWS
 

Sinergi Kemenhub-Kementerian BUMN dan ASDP, Pondasi Kuat Layanan Prima Angkutan Lebaran 2025

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Selasa, 21 Januari 2025 14:24 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa hasil evaluasi Angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) akan menjadi pijakan strategis untuk mempersiapkan Angkutan Lebaran 2025.

Dalam rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno pada Senin (20/1/2025), Menhub menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor yang telah membuat penyelenggaraan Nataru berjalan lancar.

Dudy juga menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan transportasi demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

Berdasarkan Survei Kepuasan Masyarakat yang dilakukan oleh Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada, sebanyak 86 persen masyarakat menyatakan puas dengan pelayanan Angkutan Nataru 2024/2025.

Meskipun hasilnya positif, Menhub mengakui masih ada ruang untuk perbaikan. Evaluasi yang dilakukan mencakup pengelolaan titik rawan penumpukan, penguatan buffer zone di pelabuhan utama, serta optimalisasi digitalisasi tiket.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai salah satu mitra utama Kementerian Perhubungan juga memiliki peran sentral dalam memastikan kelancaran mobilitas masyarakat, terutama di lintasan penyeberangan antarpulau.

Baca juga : Juicefriend Apresiasi Karyawan Terbaik dengan Memberikan Hadiah Umroh

Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin menjelaskan bahwa evaluasi Nataru menjadi dasar untuk menyusun strategi komprehensif dalam menghadapi lonjakan arus mudik dan balik pada Lebaran 2025.

Langkah-langkah strategis ini mencakup peningkatan kapasitas armada, pengelolaan infrastruktur pelabuhan, serta digitalisasi layanan tiket Ferizy.

Sebagai salah satu inovasi andalan ASDP, platform tiket online Ferizy terus dikembangkan untuk mempermudah masyarakat dalam merencanakan perjalanan.

Edukasi dan sosialisasi masif akan dilakukan untuk memastikan masyarakat memahami pentingnya membeli tiket jauh hari, minimal H-60 sebelum keberangkatan, dan tiba di pelabuhan sesuai jadwal yang tertera di tiket.

Fokus utama sosialisasi ini adalah lintasan strategis seperti Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, dan Ajibata-Ambarita, yang menjadi jalur tersibuk selama periode mudik dan balik.

Adsense

Selain penguatan sistem digital, ASDP juga memprioritaskan pengelolaan arus kendaraan dengan memperluas kapasitas pelabuhan dan menyiapkan pelabuhan alternatif.

Baca juga : Capaian 100 Hari Kerja, Kementerian BUMN Perkuat Sinergi Dengan 16 Kementerian

Di Pelabuhan Merak, sebanyak 67 kapal akan dioperasikan dengan kapasitas harian mencapai 25.067 kendaraan. Pelabuhan Ciwandan dan Bojonegara (BBJ) akan berfungsi sebagai pelabuhan pendukung, menampung kendaraan tambahan hingga 6.760 unit per hari.

Buffer zone tambahan juga disiapkan di Indah Kiat untuk mengurai potensi kepadatan. Untuk lintasan Jawa-Bali, ASDP akan mengoperasikan kapal-kapal besar di jalur Ketapang-Gilimanuk, dengan penyiapan buffer zone pada jalur arteri dan pengelolaan aksesibilitas jalan menuju pelabuhan.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang Hari Raya Nyepi dan H-2 Lebaran. Di sisi lain, pengelolaan arus kendaraan juga menjadi perhatian utama.

ASDP bersama Kementerian Perhubungan telah menyusun skema lalu lintas khusus guna memastikan perjalanan lebih terorganisir, baik dari Jawa menuju Sumatera maupun sebaliknya.Menhub menegaskan bahwa koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan operator transportasi menjadi kunci keberhasilan Angkutan Lebaran.

Dalam rapat tersebut, Shelvy juga membahas kebijakan pendukung seperti jadwal pembayaran Tunjangan Hari Raya, penyesuaian hari libur, dan pembenahan infrastruktur transportasi.

Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam mengurangi kepadatan serta meningkatkan kenyamanan pengguna jasa transportasi.

Baca juga : Bertemu Menhaj Saudi, Menteri Nasaruddin Bahas Layanan Jemaah Haji

Prediksi puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 atau 28 Maret 2025, sedangkan puncak arus balik akan berlangsung pada H+5 atau 6 April 2025.

Untuk itu, seluruh sumber daya akan dimaksimalkan, termasuk koordinasi intensif dengan aparat kepolisian dan dinas perhubungan di daerah.

Shelvy memastikan bahwa ASDP berkomitmen untuk menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan terkendali dengan terus mengembangkan teknologi digital dan memanfaatkan seluruh infrastruktur yang tersedia.

Kolaborasi yang erat antara Kementerian Perhubungan dan ASDP menjadi kunci utama dalam mewujudkan Angkutan Lebaran 2025 yang lebih baik.

ASDP berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik, baik melalui inovasi teknologi maupun pengelolaan transportasi yang terintegrasi.

"Dengan sinergi ini, pemerintah dan BUMN di sektor transportasi berupaya memastikan perjalanan mudik dan balik Lebaran 2025 tidak hanya menjadi momen yang lancar dan aman, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Indonesia," pungkas Shelvy.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense