BREAKING NEWS
 

Dukung Swasembada Beras

Holding Perkebunan Nusantara Siap Terapkan Intercropping Padi Gogo

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : FAQIH MUBAROK
Selasa, 21 Januari 2025 17:07 WIB
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia terus menghadapi tantangan besar dalam sektor pertanian di tengah perubahan iklim, gejolak ekonomi global, alih fungsi lahan dan peningkatan kebutuhan pangan akibat pertumbuhan populasi.

Dalam menjawab tantangan tersebut, intercropping padi gogo di lahan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi salah satu solusi inovatif untuk mendukung swasembada beras. Inovasi tersebut dibahas dalam Seminar Nasional "Potensi Intercropping Padi Gogo di lahan PSR untuk Mendukung Swasembada Beras" yang dilaksanakan di Bogor, Selasa (19/11/2024).

Acara ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Staf khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Sam Herodian, Wakil Ketua Komisi IV DPR Panggah Susanto, Rektor IPB Prof Arif Satria, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara, PTPN III (Persero) Moh Abdul Gani, Direktur Utama PTPN IV Jatmiko Krisna Santosa.

Seminar ini juga turut dihadiri oleh narasumber dari PT Riset Perkebunan Nusantara, salah satu anak usaha Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan Dekan Faperta IPB University dan Guru Besar Departemen Agronomi IPB University.

Baca juga : Menteri BUMN Dukung Strategi Pertumbuhan Ganda Pertamina

Institut Pertanian Bogor (IPB) telah mengembangkan varietas unggul padi gogo, yakni IPB 9 Garuda, yang memiliki produktivitas tinggi hingga 11,3 ton per hektare gabah kering panen (GKP).

Varietas ini terbukti sukses di Kampung Inovasi Subang dengan penerapan teknologi modern, seperti sistem produksi padi sawah cerdas, deteksi pintar kesehatan padi dan layanan pintar pemupukan serta irigasi.

Ekstensifikasi lahan untuk menanam padi gogo menjadi sangat mendesak. Hal itu dikarenakan hilangnya sawah produktif di Pulau Jawa, pemenuhan kebutuhan stok beras nasional, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Adsense

Lahan PSR memiliki potensi besar untuk mendukung program ini, terutama pada tanaman sawit usia Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) hingga tiga tahun pertama.

Baca juga : Dukung Swasembada Energi, Xurya Catat Pertumbuhan Signifikan Selama 2024

Dengan luas PSR yang diproyeksikan mencapai 400 ribu hektar per tahun pada 2025-2031, intercropping padi gogo di lahan tersebut dapat berkontribusi pada produksi beras lebih dari 1,8 juta ton per tahun. Hal ini menjadikannya sebagai langkah strategis dalam mengamankan ketahanan pangan Indonesia di masa depan.

Dalam seminar tersebut, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan sawit PSR untuk intercropping padi gogo adalah inovasi strategis.

Hal ini sejalan dengan komitmen PTPN dalam mendukung swasembada pangan nasional, sekaligus mengoptimalkan lahan perkebunan rakyat secara berkelanjutan. Keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi lintas sektor. Termasuk dukungan dari penyedia benih, pupuk, teknologi, hingga off-takers seperti Bulog.

Selain itu, diperlukan regulasi yang memfasilitasi implementasi tanaman sela padi gogo pada lahan PSR, termasuk stabilitas harga gabah dan subsidi pupuk. Dukungan kelembagaan seperti revitalisasi koperasi petani dan legalitas lahan juga sangat penting.

Baca juga : Surveyor Indonesia Jalin Kerja Sama dengan Indonesia Infrastructure Finance

"Program pendanaan melalui Dana Peremajaan Sawit Rakyat (BPDPKS) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah akan membantu petani dalam menjalankan program ini," kata Ghani.

Seminar ini menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif antara Pemerintah, swasta dan masyarakat untuk mencapai keberhasilan program intercropping padi gogo.

Dukungan yang solid dari semua pihak diharapkan dapat mendorong swasembada pangan berkelanjutan. Sekaligus mengoptimalkan potensi besar lahan PSR untuk masa depan pertanian Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense