BREAKING NEWS
 

Fokus Transformasi Digital, Laba BSI 2024 Meroket 22,83 Persen

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ADITYA NUGROHO
Kamis, 6 Februari 2025 21:35 WIB
Jajaran direksi BSI. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah dinamika kondisi perekonomian yang tidak mudah di tahun 2024, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mampu meraih kinerja kinerja positif dan berkelanjutan.

Sepanjang 2024, BSI dengan mengantongi laba bersih mencapai Rp 7,01 triliun, tumbuh dobel digit 22,83 persen secara tahunan (yoy). Bahkan, BSI mencatat semua indikator keuangan lain rerata tumbuh dobel digit mulai dari Dana Pihak Ketiga (DPK), pembiayaan, dan aset Perseroan. 

“Fokus pada pembiayaan yang berkualitas, transformasi digital dan inovasi menjadi kunci BSI menjaga kinerja yang impresif di tengah dinamika kondisi perekonomian,” kata Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam konferensi persen kinerja tahun 2024 secara virtual, Kamis (6/2/2025).

Menurut Hery, tahun 2024 merupakan periode menantang di mana kondisi ekonomi global masih diliputi ketidakpastian, dengan likuiditas yang ketat dan persaingan pasar yang tinggi. 

Di tengah kondisi itu, BSI terus mempertahankan fokus untuk senantiasa agile dan inovatif melalui transformasi digital serta menjaga pertumbuhan pembiayaan yang berkualitas. 

Baca juga : Transformasi Digital Dan Kinerja Keuangan BNI Diapresiasi DPR

“Alhamdulillah, kinerja yang dicapai menggembirakan bahkan melebihi ekspektasi di tengah ketidakpastian ekonomi global. BSI, setiap tahun sejak lahir hingga saat ini, selalu tumbuh di atas pertumbuhan industri,” tegasnya.

Dengan pertumbuhan laba bersih 22,83 persen yoy pada 2024, BSI menjadi salah satu di jajaran Top 10 Bank yang mencatatkan pertumbuhan kinerja tertinggi. 

“Pencapaian laba yang tinggi tidak terlepas dari pengelolaan DPK yang tepat, serta pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang tepat dan sustain,” ungkap Hery.

Di tengah ketatnya kompetisi likuiditas sektor perbankan, BSI mencatat pertumbuhan DPK sebesar 11,46 persen menjadi Rp 327,45 triliun. 

Adsense

Pencapaian ini ditopang oleh dana murah (CASA) yang mencapai rasio 60,12 persen dari total DPK. Sepanjang 2024, CASA BSI mencapai Rp197 triliun atau naik 10,65 persen yoy. 

Baca juga : Transformasi Digital Dongkrak DPK, Transaksi Wondr by BNI Capai Rp 191 T Di 2024

DPK BSI dari produk-produk tabungan mencapai Rp 140,53 triliun, disusul deposito Rp 130,58 triliun, dan giro Rp 56,33 triliun. Pengelolaan DPK yang tepat memberikan dampak positif pada penurunan beban bagi hasil. 

BSI mengambil peluang dengan memanfaatkan potensi Islamic ecosystem yang hanya dimiliki oleh bank syariah. Salah satunya lewat bisnis emas dan haji. “Inovasi dan transformasi digital yang memudahkan transaksi secara digital juga turut berdampak positif terhadap penghimpunan DPK,” ujarnya.

Penyaluran pembiayaan BSI juga menunjukkan kinerja impresif dengan pertumbuhan di atas industri. Pada 2024, BSI tercatat menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 278,48 triliun, tumbuh 15,88 persen yoy. 

Berdasarkan segmen, pembiayaan yang disalurkan oleh BSI ke segmen wholesale mencapai Rp 77,22 triliun atau tumbuh 14,38 persen yoy, disusul segmen ritel senilai Rp 49,38 triliun (naik 16,86 persen yoy).  Selain itu, pembiayaan untuk segmen konsumer tercatat Rp 151,88 triliun atau naik 16,34 persen yoy.

Hery mengatakan, BSI memiliki demand side yang luar biasa kuat, untuk itu pihaknya terus meningkatkan dan memperbaiki sisi supply

Baca juga : Indonesia Dominasi ASEAN Digital Award 2025 Dengan 9 Penghargaan

“Supply ini adalah dari sisi produk hingga distribution channel, tidak hanya cabang tetapi juga elektronik channel seperti ATM, mobile banking, QRIS (Quick Response Indonesian Standard) dan lainnya,” jelasnya.

Pengelolaan pembiayaan secara tepat berimbas pada membaiknya kualitas pembiayaan yang disalurkan. Per akhir 2024, rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) gross BSI membaik menjadi 1,90 persen. Cost of credit (CoC) perseroan juga membaik di level 0,83 persen pada 2024. 

Bagi pemilik saham, perseroan juga mencetak rasio imbal hasil menarik, yang terlihat dari angka return on equity (ROE) sebesar 17,77 persen. 

BSI menutup tahun 2024 dengan kenaikan aset sebesar 15,55 persen menjadi Rp 408,61 triliun. Adapun rasio return on asset (ROA) perseroan pada 2024 berada di level 2,49 persen.

Hery menyakinkan, rasio keuangan yang solid menjadi kunci tercapainya kinerja yang positif. “Sejumlah indikator keuangan lainnya menunjukan pencapaian kinerja yang tidak kalah solid, yang menopang pencapaian bottom line,” katanya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense