Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Transformasi Digital Dongkrak DPK, Transaksi Wondr by BNI Capai Rp 191 T Di 2024
Rabu, 22 Januari 2025 21:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI gencar melakukan transformasi digital. Salah satunya melalui peluncuran wondr by BNI di tahun 2024.
Sejak diluncurkan pada 5 Juli 2024, jumlah pengguna wondr by BNI mencapai 5,3 juta hingga akhir Desember 2024, dengan active rate lebih dari dua kali lipat dibandingkan aplikasi sebelumnya, yaitu BNI Mobile Banking.
Transaksi perbankan melalui wondr by BNI selama kurang dari enam bulan sejak diluncurkan mencapai Rp 191 triliun dengan 195 juta transaksi.
Peningkatan transaksi ini juga mendorong kenaikan non-interest income sebesar 11,9 persen yoy menjadi Rp 24,04 triliun.
“Transformasi digital memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan, termasuk mendorong pertumbuhan tabungan,” ujar Wakil Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan dalam Paparan Kinerja Keuangan 2024 di Jakarta, Rabu (22/1/2025).
Total DPK BNI hingga akhir Desember 2024 mencapai Rp 805,5 triliun, dimana terdapat pertumbuhan nilai tabungan hampir dua kali lipat pada semester kedua setelah diluncurkan
Baca juga : Laba Bersih BNI Meroket Capai Rp 21,5 Triliun Di 2024
Ia menuturkan, fokus pada transformasi digital yang kami lakukan sepanjang 2024, memberikan kontribusi positif terhadap kinerja BNI secara keseluruhan.
“Kami percaya profitabilitas BNI akan berkelanjutan dengan berfokus pada pendanaan berbiaya murah," ujar Putrama.
Selain itu, layanan perbankan segmen wholesale banking melalui BNIdirect turut menopang kinerja perseroan.
Fitur terbaru single sign-on pada BNIdirect memungkinkan nasabah bisnis mengakses berbagai layanan perbankan melalui satu platform terintegrasi.
Hingga akhir 2024, nilai transaksi melalui BNIdirect meningkat 23,3 persen yoy menjadi Rp 7.931 triliun, dengan jumlah transaksi naik 36,5 persen yoy mencapai 1,2 miliar transaksi.
Sedangkan pengguna BNIdirect mencapai 173 ribu user atau naik 15 persen yoy. Sejalan dengan tujuan BNI untuk meningkatkan rekening giro transaksional menjadi 72 persen dari total rekening giro dibandingkan tahun 2023 yang hanya 66 persen.
Baca juga : Transaksi Ziswaf BSI Tembus Rp 121,6 Miliar Di 2024
“Langkah BNI dalam meningkatkan CASA juga dilakukan melalui transformasi outlet jaringan kantor cabang di seluruh Indonesia,” katanya.
Hingga akhir 2024, sebanyak 247 outlet telah mengimplementasikan format baru untuk meningkatkan customer experience berbasis digital dan produktivitas outlet.
Pembiayaan Berkelanjutan
Sementara itu, Direktur Risk Management David Pirzada menyampaikan, BNI telah mengimplementasikan langkah strategis di berbagai aspek operasional dan pembiayaan untuk mendukung praktik keberlanjutan.
Dalam manajemen risiko, sambungnya, BNI telah melaksanakan Climate Risk Stress Test (CRST) sesuai panduan Climate Risk Management System (CRMS) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Tahun 2024, penerapan CRST mencakup 50 persen portofolio kredit di enam sektor industri utama dan mortgage, sedangkan tahun ini akan meningkat hingga 100 persen dari portofolio kredit BNI," ujar David.
Dari sisi operasional, BNI telah memulai langkah pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab. Pada tahun 2024, BNI memulai program Solid Waste Management di Kantor Pusat.
Baca juga : Didominasi Produk Lokal, Transaksi Harbolnas Tembus Rp 31,2 Triliun
Proses pengelolaan limbah kini diarahkan pada prinsip Zero Waste to Landfill (ZWTL) dengan fokus pada penerapan prinsip reduce dan recycle.
Sepanjang tahun 2024, portofolio pembiayaan berkelanjutan BNI tercatat mencapai Rp 190,5 triliun atau setara dengan 25 persen dari total kredit perusahaan.
“Dari jumlah tersebut, sebesar Rp73,4 triliun dialokasikan untuk pembiayaan hijau, dan Rp 117 triliun untuk pembiayaan UMKM,” katanya.
BNI berkomitmen menjadi mitra strategis bagi para debitur dalam mendukung transisi hijau.
“Hal ini kami wujudkan melalui peningkatan pembiayaan Sustainability Linked Loan (SLL) yang hingga Desember 2024 mencapai Rp 6 triliun," ujar David.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya