RM.id Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar 338 juta dolar AS pada 2025. Dana ini difokuskan pada pengembangan infrastruktur gas bumi serta mendukung transisi energi nasional, sejalan dengan komitmen PGN dalam memperkuat ketahanan energi dan keberlanjutan.
“Melalui pengelolaan operasional yang optimal dan strategi keuangan yang pruden, kami percaya bahwa PGN dapat terus menjadi penggerak utama transisi energi di Indonesia,” ujar Direktur Utama PGN, Arief Setiawan Handoko dikutip dalam keterangannya, Selasa (18/2/2025).
Dari total capex tersebut, 67 persen akan dialokasikan untuk perluasan jaringan gas bumi, termasuk target 200.000 sambungan jaringan gas rumah tangga (jargas) baru di Sumatera dan Jawa. Pengembangan ini diharapkan dapat menghemat subsidi LPG pemerintah hingga ratusan miliar rupiah, mengurangi impor LPG, serta memberikan solusi energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan bagi masyarakat.
Baca juga : Kembangkan Ekosistem Hidrogen, Toyota Bangun Infrastruktur Sampai Cetak SDM
“Selain memberikan efisiensi bagi masyarakat, pengembangan jaringan gas ini juga mendukung ketahanan energi nasional dengan mengoptimalkan sumber daya gas domestik,” jelas Arief.
Di sektor infrastruktur strategis, PGN juga mengembangkan pipa gas Tegal-Cilacap dan pipa minyak Cikampek-Plumpang untuk memperkuat distribusi energi, termasuk mendukung transportasi BBM dari TBBM Cikampek ke Plumpang.
Direktur Keuangan PGN, Fadjar Harianto Widodo menambahkan, PGN menargetkan peningkatan volume penyaluran gas hingga 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh permintaan industri utama di Jawa dan Sumatera.
Baca juga : Jangan Pangkas Anggaran Infrastruktur, Subsidi Transportasi Dan Keselamatan
Selain itu, PGN menargetkan pengurangan emisi sebesar 4.372 ton CO₂ ekuivalen pada 2025 melalui efisiensi operasional dan teknologi ramah lingkungan, termasuk pengembangan biomethane serta diversifikasi produk turunan gas.
“Kami menghadapi tantangan pasokan gas, tetapi optimis dapat mengelola ini secara optimal melalui inovasi dan kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujar Fadjar.
Sebanyak 33 persen dari capex PGN akan dialokasikan untuk pengembangan di sektor hulu migas. PGN berencana melanjutkan eksplorasi di Wilayah Kerja (WK) Pangkah, Ketapang, dan Fasken, serta mengajukan perpanjangan kontrak WK Muara Bakau.
Baca juga : Prabowo Gandeng Swasta Kelola Infrastruktur, Ini Tanggapan DPR
“Dengan inovasi dan kolaborasi yang kuat, kami optimis dapat menghadapi tantangan industri dan dinamika pasar global untuk memastikan kontribusi PGN terhadap masa depan energi Indonesia yang lebih hijau,” tutup Arief.
Dengan langkah ini, PGN semakin memperkuat perannya sebagai pemimpin dalam transisi energi nasional serta mendukung target Indonesia menuju Net Zero Emission (NZE) 2060.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.