BREAKING NEWS
 

Buka Akses 123 Titik Air Bersih Di Seluruh Indonesia

BI Dan TNI AD Dorong Swasembada Pangan

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Rabu, 26 Februari 2025 07:05 WIB
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doni P. Joewono (keenam kiri) dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (kelima kiri) bersama para pejabat daerah Jawa Timur (Jatim), menekan tombol sebagai simbolis Peresmian Sumur Bor Bersih BI dan TNI AD di Dusun Jublangsari, Desa Simongagrok, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto, Jatim, Senin (24/2/2025). Foto: DWI ILHAMI/RAKYAT MERDEKA

RM.id  Rakyat Merdeka - Asta Cita Program Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan swasembada pangan, salah satunya diwujudkan melalui sinergi Bank Indonesia (BI) dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melalui program kolaborasi Manunggal Air.

Program ini adalah upaya untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur sumur pompa air sebanyak 123 titik, tersebar di Provinsi Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), Sumatera Utara (Sumut), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua Selatan.

Kolaborasi ini diperkirakan akan memberikan manfaat langsung air bersih kepada 18.391 keluarga atau setara dengan 37.085 jiwa.

Deputi Gubernur BI Doni P. Joewono mengatakan, program Manunggal Air ini menjadi bagian dari Program Sosial Bank Indonesia (PSBI). Program ini memiliki perhatian dalam ruang lingkup lingkungan hidup. Khususnya dalam penyediaan air bersih.

“Ini dukungan terhadap program Pemerintah. Terutama Asta Cita kedua,” kata Doni dalam acara Peresmian Sumur Bor Bersih BI dan TNI AD di Dusun Jublangsari, Desa Simongagrok, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto, Jatim, Senin (24/2/2025).

Bunyi Asta Cita kedua adalah memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan ekonomi biru.

Menurut Doni, Bank Sentral memandang ada tiga kekuatan dari program unggulan TNI AD ini. Pertama, manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Ketersediaan air bersih turut menciptakan peluang bagi pembangunan ekonomi. Khususnya di sektor pertanian dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah),” ujar Doni.

Kedua, program ini sangat selaras dengan salah satu visi Presiden Prabowo, yaitu Asta Cita. Ketiga, BI dan TNI AD sebagai elemen bangsa dapat memberikan contoh.

Baca juga : Airlangga Ajak Pemda Genjot Perekonomian

“Walaupun kami memiliki tugas dan peran berbeda tapi tidak menghalangi semangat untuk bersinergi demi kepentingan bangsa," ucapnya.

BI dan TNI AD telah menjalin sinergi dalam penyediaan air bersih untuk masyarakat dan sektor pertanian di wilayah-wilayah yang membutuhkan.

Melalui program Manunggal Air ini, kedua lembaga negara itu telah membangun infrastruktur air bersih. Seperti pemasangan pompa hidran, sumur bor, sistem gravitasi, hingga jaringan pipa di daerah-daerah yang mengalami kesulitan akses air bersih.

“Prioritas utama diberikan kepada wilayah-wilayah yang memiliki potensi pertanian tinggi tapi terkendala ketersediaan air,” ucapnya.

Dengan adanya program ini, ketersediaan air bersih tidak hanya berguna bagi masyarakat. Namun juga dapat membantu menjaga produksi sektor pertanian, yang akhirnya turut menjaga inflasi tetap stabil.

“BI terus berkomitmen mendukung program ini. Karena kami punya 46 Kantor Perwakilan (Kpw) BI di dalam negeri yang hadir membantu,” ucap Doni.

Sinergi BI dan TNI AD ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga ketahanan pangan nasional.

“Semoga ini menjadi inspirasi banyak pihak. Untuk sama-sama membantu penyediaan air bersih di seluruh Indonesia,” harap Doni.

Adsense

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan apresiasi kepada BI atas dukungan dan kerja samanya.

Baca juga : Ingin Dinikahi Pengusaha

“TNI AD siap mendukung program-program Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Maruli.

Maruli menekankan, akses air sangat memengaruhi kehidupan. Pasalnya, diperkirakan ada 27 juta penduduk Indonesia yang belum mendapat akses air bersih.

Sejak pertama kali dijalankan hingga saat ini, program Manunggal Air telah memberikan akses air bagi 1,2 juta penduduk yang telah didekatkan sumber airnya tapi belum sampai ke rumah-rumah.

“Saya berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda), semoga bisa melanjutkannya sampai ke rumah,” harapnya.

Maruli memastikan, program Manunggal Air ini akan terus dievaluasi. Pemerintah akan selalu membuat perencanaan yang baik.

"Namun tidak akan mudah diwujudkan jika tidak ada dukungan semua pihak,” tuturnya.

Ke depan, dengan semakin meningkatnya akses air, dia optimistis Indonesia akan menjadi negara besar yang mampu memenuhi kebutuhan hidup warganya.

“Jangan ada lagi ada yang jauh-jauh ambil air. Jangan lagi ada anak-anak yang stunting. Semua masyarakat harus bisa memenuhi air bersih dalam kehidupannya,” tandas Maruli.

Dongkrak Produksi

Baca juga : Danantara, Tonggak Sejarah Menuju Kemandirian Ekonomi

Salah satu penerima manfaat aliran air bersih program Manunggal Air, Ketua Kelompok Tani Maju Jaya Muhammad Faidi mengungkapkan, di kelompok petani yang beranggotakan hampir 100 orang ini, kini merasakan secercah harapan baru. 

Selama ini, para petani mengandalkan sepenuhnya pada hujan untuk mengairi lahan pertanian mereka, terutama untuk menanam tembakau. 

Musim kemarau menjadi tantangan besar, karena ketersediaan air sangat terbatas. Petani harus bersusah payah mengambil air dari jarak jauh.

"Bahkan menggunakan sepeda motor untuk mengangkut air ke sawah,” curhat Faidi saat ditemui Rakyat Merdeka, Selasa (25/2/2025).

Akibatnya, panen jagung sering gagal dan panen tembakau terhambat. Biasanya, panen jagung hanya sekali setahun, itu pun bergantung pada curah hujan.

Kini, setelah hadir sumur bor yang dibangun atas bantuan BI dan TNI AD, memudahkan petani dan masyarakat sekitar untuk mengakses air bersih.

Diakuinya, pengairan yang ada saat ini akan lebih mudah meningkatkan hasil panen tembakau dan jagung.

“Kami berharap bisa panen jagung dua kali setahun, dan peningkatan hasil panen lebih dari 30 persen,” tambahnya.

Terkait rencana pembagian air, itu akan dilakukan secara musyawarah bersama warga. Sistem irigasi akan dirancang agar air dapat menjangkau seluruh warga. Baik untuk keperluan rumah tangga maupun pertanian. Dengan begitu, semua anggota masyarakat dapat merasakan manfaat dari sumur bor tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense