BREAKING NEWS
 

PTPN IV PalmCo Bantu Pengentasan Stunting 1.344 Anak Indonesia

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : FAQIH MUBAROK
Jumat, 28 Februari 2025 09:59 WIB
Program Pengentasan Stunting PTPN IV PalmCo di Regional II Distrik Rayon Utara Kebun Sawit Seberang, Rabu (26/2/2025). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Sub Holding Perkebunan PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo kembali melanjutkan Program Pengentasan Stunting secara serentak di tujuh regional. Sebanyak 1.344 anak mendapatkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT Pemulihan) yang didistribusikan di enam provinsi.

Legiatan ini dilaksanakan di PTPN IV Regional II Distrik Rayon Utara Kebun Sawit Seberang, Rabu (26/2/2025).

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa menyebut, total anak yang menerima program pengentasan stunting bertambah dari tahun lalu.

"Setelah tahun lalu menjadi Bapak Asuh bagi lebih dari 1.100 anak stunting, hari ini kita luncurkan di Kabupaten Langkat dan juga secara serentak di beberapa Provinsi di mana PalmCo beroperasi, dengan total 1.344 anak penerima," tuturnya.

Di Langkat sendiri, melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Langkat, Kodam I/Bukit Barisan, serta Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, peluncuran program dihadiri lebih dari 500 ibu dan anak.

Jatmiko mengapresiasi dukungan para pihak yang menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Baca juga : PTPN I Raih 3 Penghargaan Indonesia Sustainability Award 2025

Sekadar informasi, Program Pengentasan Stunting merupakan agenda rutin PTPN IV PalmCo yang digelar setiap tahun. Program ini menjadi perhatian tersendiri bagi perusahaan.

"Setiap industri memerlukan sumber daya manusia yang unggul supaya dapat bersaing di level nasional dan global. Maka sangat penting bagi dunia usaha untuk turut terlibat dalam upaya pengentasan stunting. PalmCo selaku BUMN sangat serius dalam hal ini," ujar Jatmiko.

Dengan sumber daya yang ada di perusahaan, saat ini PalmCo mampu menekan stunting yang terjadi di lingkungannya. Dari 21.775 anak di lingkungan perusahaan, hanya 0,6 persen atau 132 anak yang perlu intervensi stunting.

"Dan kita ingin keberhasilan ini dapat diperluas. Untuk itu. Kemitraan strategis dengan berbagai pihak menjadi sangat dibutuhkan dalam mengakselerasi pencegahan dan penanggulangan stunting, untuk mewujudkan astacita dan Indonesia Emas 2045," kata Sujatmiko.

Adsense

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen Rio Firdianto menyambut baik kerja sama ini. Pihaknya siap mendistribusikan PMT Pemulihan PalmCo selama tiga bulan ke depan.

Menurutnya, tak ada bangsa yang kuat tanpa anak-anak yang sehat dan cerdas. "Menekan prevalensi stunting adalah kewajiban kita bersama. Kami siap menjalankan segala upaya mewujudkan penurunan prevalensi 1,85 persen per tahun," tegas Rio.

Baca juga : PLBN Sebatik Konsisten Bangun Beranda Indonesia

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) yang terlibat di dalam projek ini mengungkapkan komitmennya membantu PalmCo memberikan pendampingan dan edukasi.

Wakil Rektor III UINSU Prof Katimin mengatakan, sebagai akademisi, pihaknya memiliki fungsi pengabdian kepada masyarakat. UINSU berkomitmen untuk menyukseskan Program Pengentasan Stunting melalui eduksi yang ada.

"Semakin meningkat pemahaman masyarakat atas apa yang menyebabkan stunting, kemudian bagaimana jika kondisi stunting itu terjadi, maka harapan kita hal ini tentu akan berdampak pada penurunan ibu dan anak yang terpapar stunting maupun gizi buruk," ujar Katimin.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Langkat Sukhyar Muliamin menjelaskan bahwa prevalensi stunting di kabupaten Langkat mengalami penurunan sejak beberapa tahun terakhir.

Pada 2021, prevalensinya tercatat mencapai 31,5 persen. Angkanya kemudian turun menjadi 18,6 persen pada 2022 dan 16,9 persen pada 2023. Menurut Sukhyar, penurunan stunting di Kabupaten Langkat tak lepas dari bantuan dan dukungan yang diberikan sejumlah pihak. Termasuk PTPN IV PalmCo.

"Untuk itu mengucapkan terima kasih kepada PTPN IV PalmCo yang sudah menunjukkan perhatian serius dalam penanganan stunting di Kabupaten Langkat. Semoga target prevalensi stunting 14 persen pada 2024 bisa tercapai," ujarnya.

Baca juga : 18 Tahun Pertagas: Berbagi Kepedulian Sosial untuk Indonesia

Program PMT Pemulihan yang diluncurkan di Kabupaten Langkat dan juga secara serentak di beberapa Provinsi dimana PalmCo beroperasi tersebut digelar diantaranya oleh Regional I yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, Regional III di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Regional IV di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, Regional V di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Regional VI di Kabupaten Bireuen Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, dan Regional VII di Lampung Tengah.

Menurut Region Head PTPN IV Regional II, Dharma Lessan, pengentasan stunting merupakan bagian dari prioritas program TJSL Kementerian BUMN dan satu di antara program unggulan PTPN IV. PMT Pemulihan dijalankan sesuai dengan anjuran gizi dari Kementerian Kesehatan yang mengandung energi, protein dan lemak seperti telur, susu formula, biskuit bayi dan kacang hijau.

Untuk Kabupaten Langkat terdapat 500 orang anak yang memperoleh bantuan Program Pengentasan Stunting dari PTPN IV Regional II Bantuan diberikan selama tiga tahap dalam rentang waktu berturut-turut, yakni Februari, Maret dan April. Tujuannya untuk mengukur tingkat keberhasilan peningkatan gizi anak.

"Saya ucapkan terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu kegiatan ini berjalan sukses. Mari kita tekan prevalensi stunting dan semoga anak-anak kita semua dapat tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang cerah," pungkas Dharma.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense