RM.id Rakyat Merdeka - Sanad, pemimpin solusi persewaan dan rekayasa kedirgantaraan global yang sepenuhnya dimiliki oleh sovereign investor Abu Dhabi, Mubadala Investment Company PJSC (Mubadala), menjalin kemitraan baru selama lima tahun dengan Lion Air, maskapai penerbangan swasta terbesar di Indonesia. Demikian keterangan resmi Sanad Group (Sanad), yang diterima Redaksi RM.id, Rabu (5/3/2025).
Melalui perjanjian ini, Sanad akan menyediakan layanan Perawatan, Perbaikan, dan Perombakan atau Maintenance, Repair, and Operations (MRO) komprehensif untuk mesin V2500, yang menggerakkan armada Airbus A320 milik Lion Air, termasuk pesawat yang dioperasikan oleh Batik Air dan Super Air Jet.
Perjanjian tersebut ditandatangani di hadapan Duta Besar UEA untuk Indonesia dan ASEAN, Abdulla Salem Obaid Salem AlDhaheri, yang ditandatangani oleh Managing Director dan Group CEO Sanad, Mansoor Janahi, dan Vice CEO Batam Aero Technics, Dennis Kirana. Hal ini menandai hubungan ekonomi dan penerbangan yang semakin erat antara UEA dan Indonesia.
Baca juga : Antara Jihad Dan Fasad (Bagian 2)
Kesepakatan ini secara langsung mendukung Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) UEA-Indonesia, yang bertujuan meningkatkan perdagangan bilateral hingga 10 miliar USD per tahun pada 2026.
Inti kemitraan ini adalah, mesin V2500 yang diproduksi oleh International Aero Engine, yang telah menjadi landasan penerbangan sejak memasuki pasar pada 1989. Saat ini, mesin ini menggerakkan lebih dari 2.600 pesawat dan melayani lebih dari 170 operator di seluruh dunia, mengumpulkan 275 juta jam terbang yang mengesankan, yang membuktikan efisiensi, keandalan, dan daya tahannya.
Pada 2023, lebih dari 5.280 mesin V2500 beroperasi di seluruh dunia. Ini menunjukkan relevansinya yang berkelanjutan dalam penerbangan modern.
Baca juga : Antara Jihad Dan Fasad (Bagian 1)
Sanad akan memanfaatkan fasilitas canggihnya di Abu Dhabi untuk melayani armada mesin V2500 milik Lion Air. Setelah merawat lebih dari 250 mesin V2500 dalam lima tahun terakhir, Sanad tetap menjadi satu-satunya penyedia layanan perbaikan penuh V2500 di Timur Tengah sejak 2012.
Perjanjian baru ini semakin memperkuat posisi Sanad sebagai penyedia layanan MRO independen terkemuka dan sebagai mitra terpercaya bagi berbagai maskapai penerbangan terkemuka di dunia.
Adapun Lion Air, salah satu operator maskapai penerbangan terbesar di Asia Tenggara, saat ini memiliki armada berkapasitas lebih dari 310 pesawat. Kesepakatan baru ini diperluas untuk mencakup layanan MRO untuk mesin V2500 yang digunakan oleh Super Air Jet dan Batik Air, keduanya anak perusahaan Lion Air. Bersama-sama, maskapai penerbangan ini mengoperasikan lebih dari 65 pesawat yang ditenagai oleh mesin V2500.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.