Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Moderasi Beragama Di Indonesia (37)
Antara Jihad Dan Fasad (Bagian 2)
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Jihad yang dilakukan Rasulullah selalu mendatangkan manfaat yang lebih besar dengan risiko yang sangat minim. Rasulullah memang pernah mengatakan, “Suarakanlah kebenaran sekalipun pahit” namun ia juga selalu mengingatkan seruan Tuhan dalam Al-Qur’an: “Jangan melemparkan diri kalian kedalam kebinasaan” (QS Al-Baqarah/ 2:195).
Banyak contoh dalam Al-Qur’an dan dalam sejarah umat Islam, bahwa tidak sedikit orang berbuat baik tetapi tidak disertai perencanaan yang matang maka hasilnya kerugian dan kesia-siaan. Jihad ukurannya adalah kualitas, produktivitas, optimisme dan profesional. Al-Qur’an mengingatkan bahwa betapa suatu kekuatan minoritas dapat menaklukkan kekuatan mayoritas (QS Al-Baqarah/2:249).
Baca juga : Antara Jihad Dan Fasad (Bagian 1)
Nabi selalu berada di posisi minoritas ketika ia menjalankan misi jihadnya tetapi ia selalu berhasil.
Allah SWT dengan tegas melarang kita melakukan keonaran dan kerusakan sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur’an: Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS Al-A’raf/ 7: 56).
Baca juga : Belajar Kearifan Dari The Founding Fathers
Merusak lingkungan alam, lingkungan hidup dan apalagi lingkungan kemanusiaan, setelah sebelumnya ditata dengan baik maka termasuk perbuatan konyol dan destruktif (fasad). Jika ada penafsiran ayat atau hadis yang menganjurkan keonaran dan kerusakan maka sudah pasti itu keliru. Fasad tidak boleh ditolerir oleh siapapun, atas nama siapapun dan untuk atas nama siapa saja.
Di sinilah rahasianya Nabi Muhammad SAW satu-satunya orang yang dapat menyaksikan ajaran yang yang dibawanya dianut separuh belahan dunia hanyalah beliau. Itulah sebabnya Michal Hart menempatkannya sebagai tokoh utama di antara 100 tokoh yang pernah berpengaruh di muka bumi ini. Thomas Carlile juga tetap menempatkannya sebagai tokoh puncak di antara 11 tokoh yang paling berpengaruh yang pernah lahir di perut bumi ini. Rahasia kesuksesan Nabi ialah kemampuannya mengaplikasikan jihad secara cerdas. Jihad tidak mesti harus berdarah-darah dan jihad tidak mesti harus menimbulkan korban.
Baca juga : Antara Kebablasan Dan Pembengkakan Kualitas
Unsur yang harus ada dalam jihad antara lain, adanya keterlibatan fisik di dalamnya, ada perhitungan dan perencanaan yang matang, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang. Visi dan misi sebuah perjuangan harus jelas. Jihad harus lebih banyak mendatangkan manfaat daripada mudarat yang diukur dengan dengan ukuran-ukuran universal tujuan syari’ah (maqashid al-syari’ah). Ukuran-ukuran subyektif di dalam menjalankan peran jihad amat riskan.
Jihad yang berskala masif yang melibatkan banyak orang membutuhkan organisasi dan manajemen. Sebab jika tidak, maka jihad bisa berubah menjadi fasad, yang akan melahirkan berbagai resiko negatif dan destruktif di dalam masyarakat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.