RM.id Rakyat Merdeka - Pemerhati Ekonomi Adelina Mariani Simatupang mengatakan, daya beli atau purchasing power merupakan salah satu indikator utama dalam menentukan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, melalui kebijakan tepat sasaran, Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.
"Peningkatan daya beli masyarakat merupakan kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan," kata Adelina, kepada RM.id, Jumat (7/3/2025).
Dosen Kewirausahaan Politeknik Akademi Pimpinan Perusahaan (APP) Jakarta ini mengungkapkan pentingnya sinergi kebijakan sebagai katalis pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, peningkatan daya beli masyarakat bukan hanya berkontribusi pada stabilitas harga.
Tetapi, ungkapnya, dapat membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih besar. Seiring meningkatnya konsumsi domestik, sektor industri mendapatkan dorongan untuk meningkatkan produksi dan menciptakan lapangan kerja.
Nah, dengan mengoptimalkan belanja pemerintah, investasi dalam infrastruktur, transformasi digital, dan pemberdayaan UMKM, Indonesia dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang kondusif untuk pertumbuhan jangka panjang.
Baca juga : Pastikan Kualitas BBM Sesuai Standar, Jaksa Agung Minta Masyarakat Tenang
"Selain itu, sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lokal harus terus diperkuat guna memastikan manfaat dari kebijakan ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat," sarannya.
Bahkan, katanya, peningkatan daya beli ini, dapat mengurangi angka pengangguran, serta menurunkan tingkat kemiskinan secara signifikan. Sontak, ini adalah langkah nyata menuju Indonesia yang lebih sejahtera dan tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Menilik laporan Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan III 2024 mencapai 4,91 persen, mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan Triwulan II yang mencatat pertumbuhan sebesar 5,05 persen.
Namun, pada Triwulan IV 2024, ekonomi Indonesia tetap tumbuh sebesar 0,53 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q), dengan total pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2024 tercatat sebesar 5,03 persen.
Sementara, dari sisi produksi, lapangan usaha jasa lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,80 persen. Kemudian, dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) tumbuh paling tinggi dengan angka 12,48 persen.
"Data ini menggambarkan bahwa meskipun ada tantangan terhadap daya beli masyarakat, sektor-sektor tertentu tetap mengalami pertumbuhan yang signifikan," katanya.
Baca juga : OJK Minta Masyarakat Selalu Waspada
Sejurus kemudian, Adelina mengamini pemerintah telah melakukan upaya mendongkrak daya beli masyarakat. Pertama, subsidi bunga perumahan.
Melalui subsidi bunga, masyarakat dapat mengakses kredit perumahan dengan suku bunga lebih rendah, sehingga beban biaya hidup berkurang dan daya beli meningkat.
Kedua, insetif sektor pariwisata. Pemerintah memberikan dukungan kepada sektor pariwisata untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat, yang pada akhirnya mendorong konsumsi domestik.
Ketiga, Program Kartu Pra-Kerja. Program ini memberikan akses pelatihan keterampilan bagi masyarakat untuk meningkatkan daya saing di pasar kerja dan meningkatkan pendapatan mereka.
Keempat, pengembangan UMKM. Pemerintah mendorong pembiayaan berbunga rendah, pelatihan bisnis, serta fasilitasi pemasaran digital agar UMKM dapat tumbuh dan menyerap tenaga kerja lebih banyak.
Namun, katanya, masih ada langkah lain yang dapat ditempuh pemerintah untuk memperkuat daya beli masyarakat. Pertama, meningkatkan perlindungan sosial melalui subsidi energi, program sembako murah, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat rentan.
Baca juga : Dukung Penegakan Hukum, SPPSN Pastikan BBM Pertamina Tetap Berkualitas
Kedua, menjaga stabilisasi harga pangan dengan memperluas cadangan pangan strategis serta mengendalikan harga bahan pokok melalui operasi pasar.
Ketiga, mendorong penciptaan lapangan kerja baru, baik melalui investasi sektor industri padat karya maupun proyek infrastruktur.
Terakhir, memberikan insentif perpajakan bagi dunia usaha untuk mendorong investasi dan konsumsi masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.