Dark/Light Mode

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Investor Tetap Kuat

Rabu, 15 Juli 2026 11:51 WIB
Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia David Sutyanto. Dok. Ist
Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia David Sutyanto. Dok. Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) Global Ratings kembali mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil. Keputusan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan masih dipercaya investor global di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Sejumlah ekonom menilai afirmasi S&P tidak hanya memastikan Indonesia tetap berada pada kategori investment grade, tetapi juga mencerminkan kemampuan pemerintah menjaga stabilitas makroekonomi dan disiplin fiskal di tengah berbagai tantangan global.

Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia David Sutyanto mengatakan keputusan S&P memberikan sinyal positif bagi perekonomian nasional maupun pasar modal. Menurutnya, di tengah tekanan fiskal, volatilitas nilai tukar, serta dinamika ekonomi global, keputusan tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia masih terjaga.

"Afirmasi rating Indonesia oleh S&P Global Ratings menjadi sinyal penting bagi perekonomian dan pasar modal Indonesia. Di tengah tekanan fiskal, volatilitas nilai tukar, dan dinamika global yang tidak ringan, keputusan ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia masih terjaga," kata David dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).

David menjelaskan, S&P menilai prospek ekonomi Indonesia tetap stabil karena didukung ekspektasi pemulihan penerimaan negara, perbaikan kinerja ekspor seiring membaiknya harga komoditas, serta komitmen pemerintah menjaga defisit fiskal di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Baca juga : S&P Jaga Rating RI, Rupiah Perkasa Ke Level Rp 18.064

Menurutnya, kondisi tersebut memberikan keyakinan kepada pasar global bahwa arah kebijakan fiskal Indonesia masih terukur dan dapat diprediksi.

Ia menambahkan, keputusan S&P juga menjadi sentimen positif bagi pasar modal karena membantu menjaga persepsi risiko Indonesia di mata investor internasional. Meski demikian, pemerintah tetap perlu menjaga kepercayaan tersebut melalui komunikasi kebijakan yang jelas, disiplin fiskal, serta konsistensi dalam implementasi kebijakan.

"Indonesia masih dipercaya, tetapi kepercayaan itu harus terus dibuktikan. Pasar modal masih memiliki prospek, tetapi prospek itu harus diperkuat dengan kepastian kebijakan dan kualitas komunikasi yang lebih baik," ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi. Menurutnya, laporan S&P juga menunjukkan keyakinan terhadap berbagai reformasi yang tengah dilakukan pemerintah, termasuk pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai instrumen penguatan fondasi fiskal.

Fithra menilai DSI berpotensi menjadi sumber baru penerimaan negara sekaligus memperkuat ketahanan fiskal dan sektor eksternal melalui pengelolaan ekspor komoditas yang lebih optimal.

Baca juga : S&P Pertahankan Rating BBB, Ekonomi RI Tetap Dipercaya Dunia

"DSI tidak semestinya dipandang semata-mata sebagai mekanisme konsolidasi ekspor, melainkan juga sebagai mesin penggerak penerimaan negara (revenue engine) yang berpotensi memperluas basis fiskal tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kenaikan tarif pajak maupun penambahan utang publik," paparnya.

Menurut Fithra, jika dikelola secara transparan, akuntabel, dan efisien, DSI dapat meningkatkan penerimaan negara bukan pajak, memperkuat cadangan devisa, meningkatkan ketahanan sektor eksternal, serta memberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pembiayaan pembangunan.

Meski demikian, ia mengingatkan keberhasilan kebijakan tersebut sangat bergantung pada implementasi di lapangan. Tata kelola yang baik, transparansi operasional, akuntabilitas kelembagaan, serta koordinasi dengan pelaku usaha dinilai menjadi faktor penting agar DSI mampu memperkuat fundamental ekonomi sekaligus menjaga kelayakan kredit Indonesia.

Dalam laporannya, S&P menyebut sejumlah indikator ekonomi Indonesia masih menunjukkan kinerja yang solid sehingga menjadi dasar dipertahankannya outlook stabil. Lembaga tersebut memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5 persen per tahun dalam dua hingga tiga tahun mendatang, dengan pertumbuhan riil diperkirakan mencapai 5,1 persen pada 2026 dan rata-rata 4,9 persen pada periode 2026-2029.

S&P juga mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mencapai 5,6 persen secara tahunan, didorong peningkatan belanja pemerintah dan percepatan realisasi anggaran.

Baca juga : S&P Pertahankan Rating RI, BI Pastikan Stabilitas Ekonomi Tetap Kuat

Di sektor fiskal, komitmen pemerintah menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen PDB dinilai menjadi jangkar utama stabilitas ekonomi. Selain itu, penerimaan negara tumbuh 19 persen dalam lima bulan pertama 2026 berkat perbaikan administrasi perpajakan, peningkatan penerimaan PPN, serta kenaikan royalti dan dividen dari sektor sumber daya alam.

Lembaga pemeringkat tersebut juga menyoroti reformasi tata kelola sumber daya alam, termasuk pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia dan penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), yang dinilai berpotensi meningkatkan penerimaan negara sekaligus memperkuat posisi eksternal Indonesia.

Selain itu, independensi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter, inflasi yang tetap terkendali, fleksibilitas nilai tukar, serta kondisi sektor perbankan yang dinilai sehat turut menjadi faktor pendukung penilaian positif S&P.

Dengan berbagai indikator tersebut, keputusan S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia dipandang sebagai pengakuan atas kuatnya fundamental ekonomi nasional sekaligus memperkuat optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan kepercayaan investor global terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.