BREAKING NEWS
 

Gaet Menaker Cetak Tenaga Terampil

Rosan Kerek Investasi Dan Program Hilirisasi

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Sabtu, 8 Maret 2025 07:00 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani . Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berkolaborasi dengan Kemen­terian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam menyiapkan tenaga kerja terampil dan tersertifikasi. Upaya ini untuk mendukung pertumbuhan investasi, serta mempercepat pengembangan industri hilirisasi di Indonesia.

Langkah ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa tenaga kerja Indonesia siap menghadapi kebutuhan industri modern, sekaligus meningkatkan daya saing nasional dalam menarik investasi. Terutama di sektor hilirisasi yang menjadi prioritas Pemerintah.

Sebagai langkah konkret, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani bertemu dengan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Kamis (6/3/2025).

Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat mengenai pentingnya menyiapkan tenaga kerja yang siap menghadapi tuntutan industri modern.

“Dengan semakin meningkatnya investasi, terutama di sektor hilirisasi, diperlukan tenaga kerja yang terampil dan tersertifikasi agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas,” ujar Rosan dikutip, Jumat (7/3/2025).

Baca juga : Nyaris Cerai Lagi

Rosan mengungkapkan, investasi yang masuk ke Indonesia memberikan dampak besar ter­hadap penciptaan lapangan kerja.

Dalam lima tahun ke depan, realisasi investasi diproyeksikan menciptakan lebih dari 2,6 juta lapangan pekerjaan baru per tahun.

Tahun lalu saja, dari realisasi investasi sebesar Rp 1.700 tri­liun, tenaga kerja yang terserap mencapai 2,45 juta orang.

Adsense

“Kami melihat dalam lima tahun ke depan, rata-rata angka tersebut bisa meningkat menjadi 2,8–2,9 juta orang per tahun,” jelasnya.

Menurut Rosan, kesiapan tena­ga kerja menjadi faktor penting dalam menarik investasi. Investor tidak hanya melihat potensi pasar, tetapi juga ketersediaan tenaga kerja yang siap pakai.

Baca juga : Tahan Marah Agar Jadi Ibu Panutan

Biasanya, para investor membangun pabrik dalam waktu dua hingga tiga tahun. Namun, di saat yang sama mereka juga ingin tenaga kerjanya sudah siap.

Yassierli menegaskan, Kemnaker telah memiliki infrastruktur pelatihan yang memadai untuk mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja.

“Kami memiliki 303 Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia yang dapat dimanfaatkan untuk menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri,” kata Yassierli.

Selain pelatihan, Yassierli juga menyoroti pentingnya sertifikasi tenaga kerja agar dapat bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.

“Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di bawah Kemnaker siap menjamin kualitas tenaga kerja yang tersertifikasi agar memiliki daya saing glo­bal,” tegasnya.

Baca juga : Kaki Menyilang di Sidang Perdana, Tom Lembong Ditegur Hakim

Sebagai tindak lanjut, kedua kementerian itu akan menyusun perjanjian kerja sama teknis untuk mengoptimalkan pelatihan tenaga kerja, serta pemanfaatan data guna merancang kebijakan yang lebih berbasis kebutuhan industri.

Yassierli berharap, kerja sama ini dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja, mendorong investasi yang lebih inklusif, serta memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional melalui sinergi antara ketenagakerjaan dan hilirisasi industri. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense