RM.id Rakyat Merdeka - Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 dengan menggelar buka puasa bersama sekaligus santunan anak yatim bertajuk 'Tingkatkan Silaturahmi dan Saling Berbagi di Bulan Suci Ramadan 1446 H', di Jakarta, Selasa (11/3/2025).
Hadir dalam acara ini, Ketua Umum Iperindo Anita Puji Utami, Dewan Penasihat Iperindo sekaligus anggota dewan Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono, serta perwakilan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Sungkono.
Bambang menekankan, pentingnya industri maritim dalam mendukung perekonomian nasional.
Ia menambahkan, bahwa kebutuhan insentif bagi industri galangan kapal, termasuk harga gas yang lebih kompetitif serta insentif kelistrikan yang lebih murah dibandingkan industri lainnya.
Baca juga : Dukung Kelancaran Mudik 2025, PTPP Rampungkan Pelebaran Tol Cipali
"Transportasi laut sangat berpengaruh terhadap perekonomian dan industri maritim menjadi tulang punggungnya. Untuk itu, diperlukan dukungan khusus, baik dari sisi harga gas maupun insentif lainnya agar industri galangan kapal dapat berkembang dengan baik," kata Bambang dikutip Kamis (13/3/2025).
Sementara itu, Ketua Umum Iperindo Anita Puji Utami mengatakan, industri galangan kapal makin berkembang dan mandiri namun masih membutuhkan dukungan kebijakan dari semua pihak.
Anita juga menilai, pentingnya infrastruktur menuju galangan kapal yang masih terbatas di beberapa wilayah pesisir.
Menurutya akses-akses logistik industri galangan kapal dapat mendukung beroperasi lebih optimal.
Baca juga : Eksplorasi Migas di Laut Natuna, Pertamina Pacu Ketahanan Energi Nasional
Lebih lanjut, Anita mengapresiasi BUMN dan swasta yang mulai memesan kapal dari industri dalam negeri.
Hal ini memastikan, bahwa Pemerintah berpihak pada industri lokal agar produksi kapal dalam negeri tidak kalah bersaing dengan kapal impor.
Sementara itu, Perwakilan Kemenperin Sungkono mengatakan, Iperindo merupakan mitra strategis Pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri galangan kapal di Indonesia.
Menurutnya, tanpa industri galangan kapal yang kuat, konektivitas transportasi laut tidak akan berjalan dengan baik.
Baca juga : Jaringan Konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera Dan Kesiapan Tol Fungsional
"Oleh karena itu, kami terus berupaya menerbitkan regulasi yang mendukung pertumbuhan industri ini, ucap Sungkono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.