RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI mendistribusikan bantuan CSR (Corporate Social Responsibility) ke pesantren dan santunan yatim di Bukittinggi dan Agam Sumatera Barat. Pondok Pesantren Ar Rasuli memperoleh bantuan infrastruktur senilai Rp 240 juta.
Sementara bantuan pendidikan kepada anak yatim di Sumatera Barat juga sekitar Rp 350 juta, atau total mencapai Rp Pendistribusian dana CSR tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Utama dan jajaran Direksi pada kegiatan Safari Ramadan BSI ke wilayah Sumatera Barat.
Dana bantuan untuk pengembangan infrastruktur pesantren diserahkan Direktur Utama BSI Hery Gunardi kepada Pimpinan Pondok Pesantren Arrasuli Bukittinggi Syukri Ikra.
Sementara santunan kepada anak yatim dan duafa diserahkan pada Sabtu malam yang secara simbolis diserahkan kepada 20 anak yatim.
Penyerahan santunan yatim ini merupakan bagian dari santunan kepada 4.444 yatim dan duafa yang secara resmi dilaksanakan pada 14 Maret 2025.
Baca juga : Yayasan Jakarta With Love Santuni 600 Anak Yatim, Bamsoet Beri Apresiasi
Hery mengatakan, pendistribusian bantuan sosial ini merupakan komitmen BSI selaku lembaga keuangan yang menganut prinsip syariah.
‘’Kami tidak hanya fokus pada profit tapi juga people terutama memberikan bantuan dana kepada anak yatim dan juga bantuan infrastruktur pendidikan kepada lembaga pendidikan,” tuturnya dalam keterangan resmi, Senin (17/3/2025).
Kegiatan tersebut adalah bagian juga dari implementasi Environment, Social dan Governance (ESG) dan sejalan juga dengan tujuan pembangunan SDGs No.1 dan 3 yaitu mengurangi kemiskinan serta mewujudkan kehidupan sehat dan sejahtera.
Pondok pesantren Ar Rasuli merupakan salah satu pondok pesantren tertua di Sumatera Barat.
Pondok tersebut didirikan oleh Syekh Sulaiman ar Rasuli, ulama yang menyebarluaskan gagasan keterpaduan adat Minangkabau dan syariat Islam lewat ungkapan Adat basandi syara syara’ basandi Kitabullah.
Baca juga : Elnusa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Jabodetabek
Syekh Sulaliman juga dikenal jasanya karena mendirikan Persatuan Tarbiyah Islamiyah.
Hery mengatakan, jumlah anak yatim penerima santunan pada 2025 mengalami kenaikan 33,3 persen atau sejumlah 1.111 orang dari tahun lalu yang sebanyak 3.333 anak.
“Nominal santunan yang diberikan pada 2025 mengalami kenaikan 28,6 persen dari tahun lalu. Yaitu dari Rp 3,5 miliar menjadi Rp 4,5 miliar,” ungkapnya.
Dari 4.444 anak yatim penerima santunan, sebanyak 1.644 orang berasal dari daerah Jabodetabek, sedangkan sisanya yaitu 2.800 anak yatim tersebar dari 8 wilayah kerja BSI di seluruh Indonesia.
Dana bantuan pesantren dan santunan yatim bersumber dari distribusi dana zakat Perseroan.
Baca juga : PTPN Group Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir
Sebagai gambaran sepanjang 2024 BSI telah menyalurkan zakat perusahaan dan pegawai mencapai Rp 268,6 miliar dengan total penerima manfaat mencapai 225 ribu orang. Nilai zakat tersebut meningkat dari 2023 yang sebesar Rp 222,8 miliar, sedangkan total penerima manfaat zakat BSI khususnya dalam hal sosial dan kemanusiaan hingga periode Februari 2025 adalah 13.118 orang.
‘’Kami berharap kinerja BSI terus solid dan kuat agar bisa lebih besar berkontribusi pada masyarakat,” ucapnya.
Hery menambahkan, semakin tinggi laba perusahaan, maka semakin tinggi dana zakat terbentuk. Setiap tahun BSI mengalokasikan 2,5 persen zakat dari laba operasional.
“Adapun pada tahun 2024 laba bersih perseroan sekitar Rp 7,01 triliun, sehingga pembentukan dana zakat yang akan didistribusikan kepada mereka yang berhak menerima juga akan meningkat,” pungkas Hery.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.