BREAKING NEWS
 

Gelar KLiK Di Medan, Astra Financial Kerek Literasi Keuangan Guru Dan Pelajar

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 17 Maret 2025 20:31 WIB
Astra Financial gelar program KLiK di Medan. (Foto: dok Astra Financial)

RM.id  Rakyat Merdeka - Astra Financial, divisi jasa keuangan dari PT Astra International Tbk, bersama empat unit bisnisnya—FIFGROUP, ACC, TAF, dan Asuransi Astra—menggelar program literasi keuangan bertajuk Kreasi Literasi Keuangan (KLiK) Astra Financial. 

Acara ini diselenggarakan secara hybrid di Adora Convention, Medan, Kamis (13/3/2025), dengan melibatkan lebih dari 1.200 peserta yang terdiri dari guru dan pelajar.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara Khoirul Muttaqien, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, serta dua Direktur Astra yang juga menjabat sebagai Director in Charge Astra Financial, yakni Suparno Djasmin dan Rudy Chen.

Dalam sambutan pembukaannya, Suparno Djasmin menekankan pentingnya literasi dan inklusi keuangan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Menurutnya, literasi keuangan yang baik akan meningkatkan kemampuan individu dalam mengambil keputusan finansial yang tepat. Hal ini pada akhirnya akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca juga : Hilirisasi Kunci Pertumbuhan Dan Pemerataan Ekonomi RI

“KLiK Astra Financial adalah salah satu inisiatif kami dalam meningkatkan literasi dan mendorong inklusi keuangan, termasuk melalui produk berbasis syariah,” ujar Suparno.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara Khoirul Muttaqien menyoroti peran penting guru dalam meningkatkan pemahaman keuangan di kalangan pelajar dan masyarakat. Ia juga mengingatkan, rendahnya literasi keuangan masih menjadi tantangan, terutama dengan maraknya investasi ilegal dan judi online yang merugikan masyarakat.

Menurutnya, sektor jasa keuangan berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi, tapi masih banyak masyarakat yang terjebak investasi ilegal dan judi online. “Oleh karena itu, guru memiliki peran krusial dalam memberikan edukasi kepada anak-anak dan masyarakat agar lebih memahami keuangan dengan baik,” kata Khoirul.

Seiring dengan momentum bulan Ramadan, program ini juga menyoroti pentingnya inklusi keuangan syariah. Khoirul menyebut, Indonesia berada di peringkat ketujuh dalam pemahaman literasi dan inklusi keuangan syariah di Asia Tenggara, meskipun memiliki populasi Muslim terbesar di dunia.

Adsense

“Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara tetangga dalam literasi keuangan syariah. Ini menjadi tantangan bersama agar kita bisa meningkatkan pemahaman dan akses keuangan berbasis syariah di masyarakat,” tambahnya.

Baca juga : Buka Puasa Bareng Kadin, Gibran Ingatkan Keseimbangan Industri Dan Lingkungan

Sebagai langkah nyata, Astra Financial menghadirkan layanan keuangan syariah dari unit bisnisnya, seperti AMITRA dari FIFGROUP, ACC Syariah, TAF Syariah, dan Asuransi Astra Syariah. Program KLiK Astra Financial juga sejalan dengan program OJK, yaitu Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) serta Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah).

Dalam acara ini, para guru diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan literasi keuangan, khususnya bagi kelompok rentan seperti perempuan, pemuda, UMKM, masyarakat 3T (terdepan, tertinggal, dan terluar), disabilitas, dan pekerja migran Indonesia.

Sebagai bagian dari program, Astra Financial juga mengadakan lomba literasi keuangan bagi guru. Program literasi terbaik akan dijadikan percontohan dan dapat diadaptasi oleh guru lain guna memperluas dampak positif di masyarakat.

Selain itu, Astra Financial memberikan beasiswa kepada 68 siswa dan mahasiswa Perkumpulan Amal Bakti, serta menyerahkan Laboratorium Literasi Keuangan untuk mendukung riset dan pembelajaran literasi keuangan. Laboratorium ini akan terintegrasi dengan Learning Management System (LMS) Edukasi Keuangan OJK.

Deputi Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Sumatera Utara Yovvi Sukandar menekankan pentingnya literasi keuangan guna mencegah masyarakat menjadi korban penipuan finansial. Menurut Yovvi, salah satu modus yang kerap terjadi adalah phishing, yaitu penipuan melalui email atau pesan palsu yang menyerupai komunikasi resmi dari lembaga keuangan.

Baca juga : Kolaborasi PNM dan Kementerian UMKM Perkuat Literasi Usaha Nasabah

“Banyak masyarakat yang masih menjadi korban penipuan finansial karena kurang berhati-hati dalam menjaga informasi pribadi mereka. Kami mengimbau agar selalu memeriksa keaslian informasi yang diterima,” ujar Yovvi.

Ia juga mengingatkan, masyarakat berhati-hati terhadap koperasi ilegal yang mengaku menawarkan layanan keuangan menarik, namun sebenarnya tidak terdaftar dan tidak memiliki izin dari OJK.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024, indeks literasi keuangan Indonesia baru mencapai 65,4 persen, sedangkan inklusi keuangannya mencapai 75 persen. Astra Financial berkomitmen untuk terus meningkatkan angka tersebut melalui program-program edukasi keuangan.

Pada tahun 2024, Astra Financial telah memberikan manfaat literasi keuangan kepada lebih dari 30 ribu penerima manfaat. Tahun ini, melalui program KLiK Astra Financial, Astra Financial menargetkan jumlah yang lebih besar agar dampak positifnya semakin luas.

Program ini juga selaras dengan Peraturan OJK (POJK) No. 3 Tahun 2023, yang mengharuskan setiap Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) untuk aktif berkontribusi dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense