RM.id Rakyat Merdeka - Rencana aksi mogok yang akan dilakukan oleh Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pembatasan operasional angkutan barang jelang Lebaran mendapat perhatian dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
Ketua Apindo Bidang Ketenagakerjaan, Bob Azam mengingatkan, pemerintah agar lebih bijak dalam mengambil kebijakan terkait pembatasan operasional truk. Menurutnya, pembatasan angkutan barang yang terlalu lama dapat memperburuk kondisi ekonomi yang saat ini sudah menghadapi berbagai tantangan.
“Jangan sampai terjadi pemogokan, itu akan membuat ekonomi kita semakin runyam. Kami berharap pemerintah lebih bijaksana dalam mengambil keputusan, jangan sampai industri dan ekonomi yang sudah sulit malah semakin dikorbankan,” ujar Bob Azam di Jakarta, Rabu (19/3/2025) malam.
Baca juga : Yanuar Arif Wibowo: Kebijakan Ini Bertujuan Baik
Sebelumnya, Aptrindo menyatakan keberatan atas kebijakan pemerintah yang memperpanjang pembatasan operasional truk hingga dua minggu selama masa mudik Lebaran. Menurut mereka, kebijakan ini dapat menghambat distribusi logistik nasional, termasuk pengiriman bahan makanan, minuman, dan barang ekspor.
“Dulu pernah air minum juga dilarang diangkut, akibatnya harga air naik. Kalau pembatasan ini diterapkan terlalu lama, bisa berdampak negatif ke banyak sektor, termasuk ekspor kita,” tambahnya.
Bob Azam menegaskan bahwa distribusi logistik yang lancar sangat berpengaruh terhadap Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur yang belakangan mengalami kenaikan, terutama karena didorong oleh konsumsi selama Ramadan dan Lebaran.
Baca juga : PGN Siapkan Pasokan Gas Bumi Ke Kawasan Industri Jatengland
“Kalau logistik dipersulit, kami khawatir ini akan berdampak negatif ke ekonomi, apalagi di kuartal II, III, dan IV belum ada sentimen positif yang kuat,” katanya.
Menurutnya, iklim investasi dan ekonomi harus tetap dijaga agar Indonesia bisa menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin berat.
Sebagai solusi, Apindo mengusulkan agar kebijakan pembatasan angkutan truk tidak terlalu lama, idealnya kembali seperti sebelumnya, yaitu hanya H-3 atau H-4 Lebaran. Selain itu, perusahaan juga bisa memanfaatkan kebijakan Work from Anywhere (WFH) untuk mengatur arus mudik karyawan secara lebih fleksibel.
Baca juga : Ini 4 Pemain Liga Eropa Yang Turun Saat Hadapi Australia
“Negara lain juga punya hari besar seperti China dengan Lunar New Year, Thailand dengan Songkran, Jepang dan Amerika dengan libur panjangnya masing-masing. Tapi mereka mengelolanya dengan baik, tanpa regulasi yang berlebihan,” jelas Bob Azam.
Apindo berharap pemerintah tetap berupaya menjaga kelancaran arus mudik, tetapi juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap dunia usaha. “Kami menghargai upaya pemerintah, tapi jangan sampai kebijakan ini justru merugikan ekonomi dan iklim usaha,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.