BREAKING NEWS
 

Menkeu Sri Mulyani: Diskon Tarif Listrik 50 Persen Ampuh Turunkan Inflasi

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 24 Maret 2025 16:07 WIB
Menkeu Sri Mulyani Indrawati (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan, diskon tarif listrik 50 persen yang diberikan kepada pelanggan rumah tangga dengan daya listrik sampai dengan 2.200 VA pada Januari-Februari 2025, terbukti ampuh menurunkan inflasi. Khususnya, yang tergolong administered price atau inflasi terhadap barang-barang yang harganya diatur pemerintah. Sehingga, secara keseluruhan, inflasi Indonesia terkendali di angka yang rendah.

Bantuan ini secara langsung menyasar kelompok rumah tangga yang rentan terhadap tekanan ekonomi. Terutama, di tengah situasi yang penuh ketidakpastian global seperti sekarang ini.

“Kebijakan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melindungi daya beli masyarakat,” kata Sri Mulyani via akun Instagram pribadinya, Senin (24/3/2025).

Dalam periode tersebut, total pelanggan yang memperoleh manfaat diskon listrik berjumlah 135,9 juta pelanggan. Dengan perincian sebanyak 71,1 juta pelanggan pada Januari dan 64,8 juta pelanggan pada Februari.

Baca juga : Mudik Lebaran, Hutama Karya Diskon Tarif Tol Trans Sumatera 20 Persen

Realisasi anggaran sementara untuk kebijakan ini mencapai Rp 13,6 triliun.

"Semoga, dengan konsumsi masyarakat yang terus terjaga, momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia juga bisa terus berjalan,” kata Sri Mulyani.

Inflasi Indonesia 

Adsense

Tingkat inflasi Indonesia per Februari 2025 secara year on year ada di angka -0,09 persen. Angka ini menempatkan Indonesia di peringkat 13 negara dengan tingkat inflasi terendah di dunia, dari total 186 negara.

Hal ini diungkap Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025, yang dipantau secara virtual, Senin (24/3/2025).

Baca juga : Pemerintah Tebar Diskon Internet 50 Persen & Pastikan Sinyal Stabil Saat Lebaran

 


"Di G20, kita negara nomor 2 terendah setelah China (-0,07)," kata Tito.

Menurutnya, pencapaian tersebut bukan suatu hal yang mudah. Mengingat kelompok G20 ini terdiri dari negara-negara besar seperti Inggris, Amerika Serikat, dan Jepang.

"Itu semua inflasinya di atas kita. Terjadi kenaikan harga barang dan jasa di atas kita. Indonesia termasuk bagus," jelas Tito.

Baca juga : Lawatan ke Banjarmasin, Bahlil Pastikan Pasokan Listrik PLN Aman Layani Idul Fitri

Di Asia Tenggara, tingkat inflasi Indonesia menempati peringkat 3 dari total 11 negara. Di bawah Brunei (-0,04) dan Timor Leste (-0,02). 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense