RM.id Rakyat Merdeka - Jelang Lebaran, stok pangan kita aman. Meski begitu, tidak sedikit komoditas yang mengalami kenaikan. Khususnya harga daging yang kompak meroket.
Menukil Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), daging sapi kualitas 1 dibanderol Rp 141.600 per kg naik 1,4 persen. Begitu juga dengan daging sapi kualitas 2 Rp 133.400 per kg atau naik 1,5 persen. Harga daging ayam ras juga ikut-ikutan naik 0,83 persen menjadi Rp 36.550 per kg.
Harga perberasan cenderung naik stabil. Harga beras kualitas bawah 1 dibanderol Rp 14.100 per kg, sedangkan beras kualitas 2 seharga Rp 13.850 per kg. Beras kualitas medium 1 Rp 15.400 per kg, beras kualitas medium 2 Rp 15.250 per kg. Adapun beras kualitas super 1 Rp 16.750 per kg, dan beras kualitas super 2 Rp 16.300 per kg.
Sementara, harga cabe merah besar Rp 57.800 per kg, cabe merah keriting Rp 58.400 per kg, cabe rawit hijau Rp 63.600 per kg, dan cabe rawit merah Rp 92.050. Adapun harga bawang merah Rp 46.800 per kg, dan harga bawang putih Rp 46.850 per kg.
Berdasarkan Informasi Pangan Jakarta, harga daging sapi has mencapai Rp 143.600 per kg. Sementara harga daging sapi murni (semur) dibanderol Rp 142.186 per kg. Menariknya, harga ayam ras tembus hingga Rp 41.526 per ekor.
Baca juga : Jelang Lebaran, BNI Sediakan Uang Pecahan Rp20.000 Di 41 ATM
Di pasar tradisional, harga daging sapi meroket. Salah satunya di Pasar Jaya Tomang Barat, Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat. Harga daging sapi dibanderol Rp 150 ribu per kg.
Di Pasar Induk Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, harga daging sapi Rp140 ribu per kg. Berdasarkan pengakuan pedagang harga normalnya hanya Rp 125 ribu per kg atau terjadi kenaikan Rp 15 ribu.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan bahwa stok pangan jelang Lebaran dalam kondisi aman. Stok yang ada mampu mencukupi kebutuhan masyarakat, sekalipun permintaan sedang tinggi-tingginya.
"25, 26, 27, 28, 29, 30 (Maret 2025), 6 hari jelang Lebaran tersedia cukup stok pangan," ujar pria yang akrab disapa Zulhas kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/3/2025)
Selain ketersediaan stok yang terjamin, Zulhas juga mengklaim bahwa harga-harga bahan pangan mulai menunjukkan tren penurunan. Termasuk harga komoditas yang sebelumnya sempat melonjak.
Baca juga : Jelang Lebaran, Grab Distribusikan BHR Ke Mitra Pengemudi
"Yang pedes sudah mulai turun," cetus Ketua Umum PAN ini, merujuk pada harga-harga bahan pangan yang sebelumnya mengalami kenaikan signifikan, seperti cabe dan bawang.
Senada dengan Zulhas, Plt Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy juga menegaskan bahwa stok pangan nasional jelang Lenaran aman. Menurutnya, harga pangan juga menunjukkan angka yang relatif stabil.
“Berdasarkan proyeksi neraca pangan Januari-Desember 2025, baik Januari-Maret 2025, update 21 Maret 2025 secara umum ketersediaan 13 komoditas pangan aman dan cukup memenuhi kebutuhan Idul Fitri maupun hingga akhir Desember 2025," urai Sarwo saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR, Senin (24/3/2025).
Selain itu, harga-harga pangan di pasaran juga masih terkendali, meski permintaan jelang Lebaran melonjak signifikan. Semua masih on the track, sesuai dengan harga acuan pembelian dan penjualan (HAP) maupun Harga Eceran Tertinggi (HET).
Bahkan, Sarwo blak-blakan jika beberapa harga komoditas pangan di tingkat produsen masih di bawah HAP atau HPP. Contohnya telur ayam ras. Merujuk pada Informasi Pangan Jakarta harga telur ayam ras turun ke harga Rp 29.200 per kg. Sedangkan menurut PIHPS harga telur ayam ras Rp 30.250 per kg.
Baca juga : Jelang Lebaran, Pertamina Pastikan Kesiapan Stok BBM, LPG Dan Jargas Di Sumut
Kata Sarwo, stabilnya harga pangan nasional, tak terlepas dari upaya Pemerintah melaksanakan Gerakan Pasar Murah (GPM) Ramadan dan Idul Fitri 1446 hijriah. Tercatat GPM dilaksanakan 1.480 kali di 51 kabupaten/kota pada 14 provinsi.
Selain itu, sinergi antar kementerian/lembaga juga turun meradam harga pangan jelang Lebaran. "Dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Idul Fitri 2025, kami berkolaborasi lintas sektor," aku Sarwo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.