BREAKING NEWS
 

BSI Garap Potensi Transaksi Syariah Di Pasar-pasar Tradisional

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Kamis, 10 April 2025 20:44 WIB
BSI fokus mengoptimalkan transaksi ritel di pasar-pasar tradisional. (Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI kian fokus mengoptimalkan transaksi ritel di pasar-pasar tradisional, dengan menggarap klaster atau ekosistem pasar untuk memperkuat inklusi keuangan syariah pelaku UMKM.

Direktur Distribution & Sales BSI Anton Sukarna mengatakan, pasar adalah salah satu pusat ekonomi masyarakat di tataran akar rumput. 

Penguatan melalui pemberdayaan ekosistem pasar dinilai akan semakin memperkokoh ketahanan ekonomi masyarakat dengan instrumen keuangan syariah. 

“Saat ini BSI menyasar pasar untuk membangun ekosistem halal yang nantinya akan terhubung dari hulu hingga hilir, mulai produksi hingga penjualan di pasar,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Kamis (10/4/2025). 

Pasar menjadi salah satu pusat ekonomi daerah untuk mendorong peningkatan ekonomi. Pasar Beringharjo, Yogyakarta salah satunya, menjadi yang pertama sebagai wujud ekosistem pasar. 

Mengingat Yogyakarta sebagai kota wisata dan menjadi destinasi wisata nasional. Anton mengatakan, ada beberapa potensi layanan perbankan syariah dari BSI yang akan terus dikembangkan di pasar. Di antaranya BSI Agen, QRIS dan EDC. 

Baca juga : SIM Keliling Kabupaten Bogor Rabu 9 April, Hadir Di Yamaha Mekar Cibinong

“Hal ini bertujuan pula mendorong transaksi keuangan syariah digital agar masyarakat lebih aman, cepat dan mudah dalam bertransaksi,” katanya. 

Menurut Anton, inklusi pun akan meningkat seiring dengan semakin luasnya akses layanan yang bisa digunakan seluruh segmen nasabah. Ditambah lagi minat dan preferensi masyarakat terhadap layanan jasa keuangan dan perbankan syariah. 

“Kami akan optimalkan potensi transaksi melalui BSI Agen, QRIS dan EDC untuk digitalisasi transaksi di pasar,” ujar Anton.

Selain itu, BSI terus mengedukasi investasi emas bagi pedagang dan wirausaha, serta pembiayaan untuk perputaran modal usaha sesuai segmen yakni mikro, maupun kecil dan menengah.

Adsense

Total merchant QRIS BSI di area Yogyakarta sudah sekitar 21 ribu. Dengan total transaksi hingga Maret Rp 16,3 miliar dan jumlah transaksi lebih dari 3.500 per merchant, sedangkan total number of account (NOA) wirausaha di sana sebanyak 4.545 nasabah.

“Segmen usaha didominasi oleh pedagang besar dan eceran, wirausaha makanan dan minuman, sosial budaya dan kerajinan,” ucap Anton.

Baca juga : Herman Deru Jaga Eksistensi Sumsel Jadi Daerah Tertinggi Produsen Beras Nasional

Ia menambahkan, melalui pemberdayaan klaster pasar diharapkan inklusi jasa keuangan dan perbankan syariah di tataran pelaku ekonomi akar rumput semakin tumbuh dan kian kuat.

Hal tersebut sejalan dengan upaya BSI menjadikan ekonomi syariah sebagai salah satu katalis pembangunan ekonomi nasional. Terlebih pelaku UMKM memiliki peran besar terhadap perekonomian nasional. 

Mengutip data Kemenko Perekonomian, peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia terlihat dari kontribusinya yang mencapai 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dengan menyerap hampir 97 persen total tenaga kerja di seluruh Indonesia. 

Selama ini.BSI, kata Anton, terus memacu pemberdayaan ekonomi pelaku UMKM. Sebagai informasi, hingga Februari 2025 BSI mencatat penyaluran pembiayaan ke sektor UMKM sebesar Rp 52,09 triliun, meningkat 12,69 persen secara tahunan. 

Angka tersebut disalurkan kepada lebih dari 360 ribu nasabah yang tersebar di Tanah Air. 

Sementara itu, Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) BSI sebesar Rp 97,45 triliun atau 34,58 persen, di mana angka ini melampaui target yang ditetapkan oleh regulator. 

Baca juga : Lebaran Makin Praktis, Transaksi QRIS Lebih Nyaman Pakai Super Apps BRImo

“Pelaku UMKM termasuk yang masuk ekosistem pasar itu adalah tulang punggung ekonomi nasional. Oleh karena itu harus dijaga secara berkelanjutan, salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi syariah,” ujarnya. 

Untuk mendorong transaksi ritel secara digital perseroan juga memacu pertumbuhan EDC, dan QRIS BSI. Hingga 2024, total merchant QRIS BSI di seluruh Indonesia mencapai 448.000 dengan jumlah transaksi mencapai 42,9 juta transaksi dan nilai transaksi Rp 3,5 triliun. 

Sedangkan merchant EDC BSI mencapai 13 ribu dengan jumlah transaksi pada periode tersebut mencapai 1,3 juta transaksi. Adapun nilai atau volume transaksinya sebesar Rp 551 miliar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense