BREAKING NEWS
 

Panen Cahaya, Panen Harapan: Inovasi Hijau Pertamina untuk Masyarakat

Reporter & Editor :
FAZRY
Kamis, 17 April 2025 13:27 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertamina Kilang Internasional (PT KPI) Unit Dumai dan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) telah berhasil mengintegrasikan energi terbarukan dan pemberdayaan masyarakat melalui Program Posyandu Sehati.

Program ini, bagian dari Gerakan Komunitas Sehati, telah menunjukkan dampak signifikan dalam meningkatkan kesehatan, ketahanan pangan, dan kemandirian ekonomi masyarakat Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur.

Hidroponik Bertenaga Surya: Menuju Kemandirian Pangan

Sebuah kebun hidroponik bertenaga surya, berkapasitas 4,8 kilowatt peak (kWp), telah menghasilkan panen senilai Rp 2,1 juta per bulan, sekaligus menghemat biaya listrik hingga Rp 400.000 per bulan.

400 lubang tanam di kebun ini memanfaatkan energi matahari untuk menumbuhkan sayuran yang memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekitar.

Baca juga : Gubernur Pramono dan KADIN Bahas Kerja Sama Industri Hijau Untuk Atasi Sampah

Keberhasilan ini membuktikan bahwa energi bersih dapat diakses dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) nomor 7.

Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi menekankan komitmen perusahaan dalam menyediakan akses energi bersih yang terjangkau dan andal.

"Program ini menunjukkan bahwa energi bersih bukan hanya sebuah konsep, tetapi solusi nyata yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan kebanggaan Pertamina NRE dalam berkontribusi pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui pemanfaatan energi terbarukan.

Dari Kader Posyandu Menjadi Petani Hidroponik

Adsense

Sepuluh kader Posyandu, yang sebelumnya hanya bertugas mengukur tinggi badan balita, kini telah menjelma menjadi petani hidroponik yang andal.

Baca juga : Pecah Rekor, 136 Pembalap Nasional Ikut Pertamina Mandalika Racing 2025

Mereka tidak hanya menanam sayuran, tetapi juga menanam harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Inovasi mereka meluas hingga pengolahan hasil panen menjadi produk-produk sehat seperti jus organik, nugget patin, bakso patin, dan biskuit sorgum yang kaya nutrisi, terutama bagi ibu hamil dan balita.

Biskuit sorgum, misalnya, kaya akan zat besi, fosfor, dan serat, menjadikannya alternatif cerdas untuk mencegah stunting.

Integrasi Layanan Primer: Menuju Pengurangan Stunting

Program Posyandu Sehati juga diintegrasikan dengan skema Integrasi Layanan Primer (ILP), yang memberikan pelatihan 25 keterampilan dasar kepada 80 kader Posyandu dengan pendampingan 15 tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Dumai.

Pelatihan ini memperkuat peran kader dalam layanan kesehatan masyarakat, berkontribusi pada penurunan angka stunting di Kota Dumai.

Baca juga : Zero Accident Di Priok, Kapolres: Ini Berkat Kerja Sama & Kepatuhan Masyarakat

Prestasi ini telah mendapatkan apresiasi berupa penghargaan pada tahun 2023 dan 2024, serta insentif fiskal sebesar Rp 5,8 miliar dari pemerintah.

Area Manager Communication, Relations, & CSR PT KPI Unit Dumai Agustiawan, menjelaskan bahwa program ini merupakan bukti nyata kontribusi Pertamina dalam mengatasi isu stunting secara holistik.

"Kami percaya bahwa solusi untuk stunting membutuhkan pendekatan terintegrasi. Program ini mendorong kemandirian pangan masyarakat dengan cara yang ramah lingkungan dan berkelanjutan," katanya.

Keberlanjutan: Sebuah Komitmen Jangka Panjang

Program Posyandu Sehati bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan sebuah komitmen jangka panjang yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar manusia: pangan, energi, dan kesehatan.

Program ini juga merupakan bentuk dukungan Pertamina terhadap target pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense