RM.id Rakyat Merdeka - Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) mengapresiasi langkah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif (ekraf). Upaya tersebut dinilai mampu menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Ipemi, Ingrid Kansil saat audiensi bersama Menekraf di kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Jakarta, Jumat (2/5/2025). Ingrid hadir bersama Sekretaris Jenderal Ipemi, Nurwahidah Saleh, serta jajaran pengurus lainnya.
Inggrid mengatakan, Ipemi siap berkolaborasi dengan Kemenekraf. Mengingat, sebagian besar anggota Ipemi bergerak di bidang ekraf seperti fashion, kuliner, dan kriya. Terlebih, gebrakan yang dilakukan Menekraf dapat meningkatkan perekonomian.
"Ipemi mengapresiasi upaya pengembangan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi yang dimulai dari daerah," ujar Ingrid dalam siaran persnya di Jakarta, Sabtu (3/5/2025).
Baca juga : Diungkap Hashim, Indonesia Bakal Bangun Pembangkit Listrik Nuklir
Ipemi juga menyambut baik delapan program unggulan Kemenekraf. Pertama, penguatan data ekraf. Kedua, penguatan regulasi, kebijakan dan kelembagaan ekraf. Ketiga, penguatan kapabilitas untuk peningkatan income pegiat ekraf. Keempat, pengembangan infrastruktur ekraf.
Kelima, sinergi hexahelix ekraf dalam penguatan produk lokal. Keenam, peningkatan pangsa pasar domestik dan global. Ketujuh, pengembangan akses pendanaan, pembiayaan, dan investasi ekraf. Kedelapan, penguatan ekosistem kekayaan intelektual.
Ingrid mengatakan, Ipemi siap mendukung program unggulan tersebut. Terlebih, Ipemi secara struktur sudah berada di 36 provinsi, 380 kabupaten/kota, dan 1000 desa. Sehingga sumber daya yang ada di daerah bisa merealisasikan program-program tersebut.
Menurutnya, ada satu program yang paling brilian, yakni Desa Kreatif. Pasalnya, program ini merupakan bentuk pembangunan desa yang menekankan pemanfaatan kreativitas, inovasi, dan kearifan lokal untuk mengembangkan ekonomi dan sosial masyarakat.
Baca juga : Lewat Program AWE, AS Dukung Wirausaha Perempuan Indonesia
Ingrid yakin, konsep ini dapat mendorong masyarakat desa untuk mengembangkan produk, jasa, dan kegiatan komunitas berbasis budaya, seni, dan teknologi. Ia pun tak ragu menjadikan program ini sebagai program nasional Ipemi.
"Sebagai upaya dalam memberikan kontribusi terhadap negara, terutama dalam menciptakan wirausaha baru dan mencapai target pertumbuhan ekonomi," kata Ingrid.
Sebab, peran Ipemi sejalan dengan Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Khususnya poin ketiga: Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas dan Pengembangan Kewirausahaan.
Dalam audiensi tersebut, Ipemi juga menunjukkan sejumlah produk unggulannya. Di antaranya kain yang menggunakan pewarna alam dan kriya eco product berbahan dasar tumbuhan dan daur ulang.
Baca juga : PT Kliring Berjangka Indonesia Catat Pertumbuhan Kinerja Positif
Ingrid menilai, aspek keberlanjutan lingkungan tidak boleh diabaikan dalam menghasilkan produk-produk ekraf. Di tengah isu perubahan iklim dan krisis ekologi, sudah saatnya ekraf Indonesia melangkah ke arah ekonomi hijau.
"Menggunakan bahan baku ramah lingkungan, menerapkan proses produksi yang efisien energi, dan menumbuhkan kesadaran terhadap tanggung jawab lingkungan adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan sektor ini benar-benar berkelanjutan," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.