BREAKING NEWS
 

Bank Syariah Juga Bisa Krisis? Ini Cara Mendeteksi Masalah Keuangan Sejak Dini

Writer : Sukur
Editor : UJANG SUNDA
Rabu, 7 Mei 2025 21:51 WIB
Ilustrasi Bank Syariah (Sumber: Istimewa)

Saat kita mendengar istilah “krisis keuangan”, mungkin yang terbayang adalah runtuhnya bank-bank besar di Amerika atau Eropa pada 2008. Tapi, krisis keuangan juga bisa mengintai bank syariah? Ya, lembaga keuangan yang dibangun atas dasar prinsip Islam ini juga tidak kebal dari masalah keuangan. Yang menarik, krisis itu sebenarnya bisa diprediksi lebih awal—asal tahu caranya.

Sebuah penelitian dari Universitas Airlangga mencoba menjawab pertanyaan besar: bisakah kita memprediksi masalah keuangan di bank syariah sebelum semuanya terlambat? Jawabannya: bisa. Bahkan ada model statistik yang bisa membaca sinyal krisis dengan cukup akurat. Tapi sebelum kita membahas modelnya, mari kita pahami dulu kenapa hal ini penting untuk dibahas—apalagi sekarang.

Bank Syariah: Antara Ideal dan Realita

Bank syariah sering dianggap sebagai alternatif yang lebih etis dari bank konvensional. Nggak ada bunga, nggak ada riba, semua transaksi dilakukan atas dasar keadilan dan transparansi. Dalam idealnya, bank syariah jadi penyelamat ekonomi umat.

Tapi realitanya, bank syariah juga menghadapi tantangan berat. Persaingan ketat, tata kelola yang belum maksimal, hingga perubahan regulasi sering kali membuat posisi keuangan mereka rawan goyah. Kalau tidak dipantau secara serius, bank syariah juga bisa masuk dalam kondisi yang disebut financial distress—situasi genting sebelum benar-benar kolaps.

Baca juga : Cuaca Besok Di Tangerang Apakah Hujan Atau Panas? Ini Prediksi BMKG Senin (5/5)

Masalahnya, financial distress ini nggak selalu kelihatan di permukaan. Laporan keuangan bisa terlihat baik-baik saja, tapi di dalamnya bisa jadi ada “bom waktu” yang siap meledak kapan saja.

Mencari Alat Deteksi Dini

Penelitian dari Anjar Priyono dan tim ini mencoba menguji tiga model statistik untuk melihat mana yang paling jitu dalam membaca potensi krisis. Mereka menguji 11 bank umum syariah di Indonesia selama periode 2013–2017. Tiga model yang mereka gunakan antara lain:

  1. Altman Z-Score, model klasik dari tahun 1968 yang selama ini jadi andalan memprediksi kebangkrutan perusahaan.
  2. Springate Model, alternatif lain yang dikembangkan tahun 1978, lebih simpel dan sering digunakan di sektor industri.
  3. Zmijewski Model, model dari tahun 1984 yang lebih fokus pada sektor keuangan dan menggunakan pendekatan statistik probit.

Setiap model mengandalkan rasio-rasio keuangan seperti likuiditas, profitabilitas, dan leverage. Tapi hasilnya? Model Zmijewski keluar sebagai juara. Ia terbukti paling akurat dalam memetakan kondisi keuangan bank syariah—dengan tingkat kesalahan prediksi yang paling kecil.

Dengan kata lain, kalau kita mau tahu bank syariah mana yang sehat dan mana yang mulai batuk-batuk, Zmijewski adalah stetoskopnya.

Baca juga : Bertemu Kepala Intelijen Singapura, Menhan Bahas Keamanan Siber

Apa Dampaknya untuk Kita?

Kamu mungkin berpikir: “Oke, menarik, tapi aku bukan pegawai bank, jadi kenapa harus peduli?”

Well, kenyataannya, hampir semua dari kita terlibat dalam sistem keuangan. Entah itu sebagai nasabah, investor, pelaku usaha, atau sekadar pengguna produk perbankan syariah. Ketika bank mengalami krisis, dampaknya bisa meluas: dana nasabah bisa terancam, UMKM yang bergantung pada pembiayaan bisa tersendat, dan kepercayaan publik pada sistem keuangan syariah bisa runtuh.

Dengan alat prediksi seperti Zmijewski, para pengambil kebijakan bisa bertindak lebih cepat. OJK bisa meningkatkan pengawasan. Manajemen bank bisa segera menyeimbangkan neraca. Bahkan masyarakat umum bisa lebih selektif memilih bank tempat mereka menyimpan uang.

Menuju Bank Syariah yang Lebih Kuat

Baca juga : Cuaca Besok Di Jakarta Apakah Hujan Atau Panas? Ini Prediksi BMKG, Senin (28/4)

Penelitian ini bukan hanya soal angka dan model statistik. Ini adalah pengingat bahwa sistem keuangan yang adil tidak berarti bebas dari risiko. Justru karena membawa nilai-nilai syariah, bank syariah harus lebih transparan, lebih siap, dan lebih tangguh menghadapi tantangan zaman.

Indonesia punya potensi besar jadi pusat keuangan syariah dunia. Tapi untuk sampai ke sana, kita butuh sistem yang sehat, stabil, dan punya alat deteksi dini yang andal.

Jadi, saat kita bicara tentang kemajuan ekonomi umat, jangan lupakan satu hal: sebelum menyembuhkan, kita harus bisa mendeteksi. Dan Zmijewski, tampaknya, adalah salah satu kunci pentingnya.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense