Dark/Light Mode

Fraksi PKB MPR Kawal Janji Prabowo

Pertumbuhan, Investasi, Dan Kekayaan Alam Harus Kembali Ke Rakyat

Minggu, 16 Agustus 2026 15:57 WIB
Ketua Fraksi PKB MPR RI Neng Eem Marhamaz ZUlfa Hiz. Foto: MPR
Ketua Fraksi PKB MPR RI Neng Eem Marhamaz ZUlfa Hiz. Foto: MPR

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden RI Prabowo Subianto telah menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026, Jumat (14/8/2026).

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) MPR RI menilai pidato kenegaraan tersebut memberikan penegasan penting mengenai arah pembangunan Indonesia, yakni pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pengelolaan kekayaan alam harus bermuara pada kesejahteraan rakyat.

Ketua Fraksi PKB MPR RI Neng Eem Marhamaz ZUlfa Hiz mengatakan, pernyataan Presiden bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi bukan sekedar tujuan akhir sudah sejalan dengan semangat konstitusi yang menjadi pijakan PKB dalam mengawal jalannya pemerintahan.

Baca juga : Medical Check Up di Mayo Clinic AS, SBY Titip Pesan Untuk Pemerintahan Prabowo

Menurut Eem, prinsip tersebut memiliki landasan konstitusional yang kuat, terutama Pasal 33 UUD 1945, yang menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan pengelolaan kekayaan alam ditujukan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

“Kami menangkap pesan yang sangat jelas dari pidato Presiden: pertumbuhan ekonomi dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan rakyat. Karena itu, PKB akan mengawal agar pertumbuhan, investasi, dan kekayaan alam benar-benar kembali kepada rakyat,” ujar Neng Eem.

Lebih lanjut, PKB memberi apresiasi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh 5,61 persen pada kuartal 1 2026 dan 5,45 persen pada semester I 2026.

Baca juga : Guru Besar: Bintang Kehormatan untuk Pimpinan Danantara Bisa Motivasi BUMN

Pertumbuhaan ekonomi ini harus terus dilanjutkan dengan kebijakan yang bisa memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dirasakan masyarakat secara luas dan merata.

Sementara Terkait dengan investasi, seperti disampaikan Presiden dalam pidatonya yang menyampaikan realisasi investasi Indonesia pada 2025 mencapai sekitar Rp1.931 triliun dengan penciptaan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.

Sementara pada semester pertama 2026, investasi disebut mencapai sekitar Rp1.010 triliun dan menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.

Baca juga : Prabowo Beri Hormat Jokowi Kasih Jempol

Neng Eem mengatakan, angka tersebut harus dilihat bukan hanya dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari kualitas dampak investasi terhadap masyarakat.

“Investasi jangan hanya dihitung dari nilai triliun rupiahnya. Kita harus melihat berapa banyak lapangan kerja berkualitas yang tercipta, berapa banyak UMKM dan koperasi yang masuk rantai pasok, berapa besar transfer teknologi, dan berapa besar nilai tambah yang tinggal di Indonesia,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.