BREAKING NEWS
 

PLN EPI Gandeng Warga Bunton Kembangkan Ekowisata Mangrove

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Sabtu, 10 Mei 2025 14:53 WIB
(Kiri ke Kanan) : Ketua Tim Kerja Pemeliharaan Lingkungan Hidup Bidang Pengendalian Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap Marsidi ST, Camat Kecamatan Adipala, Drs Teguh Prastowo, M. Si, Kepala Desa Bunton Sudin, Manager PLN ULP Kroya Adi Dwi Wasono dan Dita Artsana Manager Komunikadi Korporat & TJSL PLN Energi Primer Indonesia membuka Acara Program Pelatihan Pemeliharaan Rumah Bibit dan Perawatan Area Konservasi Mangrove yang diadakan oleh PLN EPI pada Rabu (7/5) di Desa Bunton.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bekerja sama dengan Kelompok Tani Hutan “Wana Lestari” Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, dalam program pengembangan ekowisata mangrove berbasis komunitas.

Kegiatan diawali dengan pelatihan budidaya mangrove selama dua hari pada Rabu (7/5), sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat hasil pemetaan sosial PLN EPI.

Lokasi pelatihan dipusatkan di area Warung Pinggir Kali (WPK), wilayah ring 1 PLTU Jawa Tengah 2 Adipala milik PLN Indonesia Power, yang disuplai energi primernya oleh PLN EPI.

Kepala Desa Bunton, Sudin, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini yang dinilai mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian kelompok tani.

“Kami bersyukur bisa belajar bersama dan memperkuat kelompok untuk lebih mandiri. Terima kasih atas dukungan PLN EPI,” ujarnya.

Baca juga : Kemenkop Gandeng Kemenpar Perkuat Sektor Pariwisata Desa

Pelatihan melibatkan kelompok tani, tokoh masyarakat, dan aparatur pemerintah.

Camat Adipala, Teguh Prastowo, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian dan pemanfaatan mangrove sebagai potensi wisata.

“Kawasan ini bisa menjadi destinasi unggulan seperti Kampung Laut yang telah sukses mengembangkan ekowisata mangrove,” ucapnya.

Adsense

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Dari 17 program hasil pemetaan sosial, penguatan UMKM, pelestarian lingkungan, dan pendidikan menjadi tiga fokus utama.

Baca juga : PLN Indonesia Power Berdayakan Disabilitas Kembangkan Ekosistem Motor Listrik

“Pelatihan mangrove ini adalah langkah awal. Kami juga melakukan site visit ke Arboretum Mangrove di Kampung Laut sebagai referensi pengembangan,” kata Mamit.

Untuk tahap awal, PLN EPI dan warga mengembangkan rumah bibit seluas 400 meter persegi dengan kapasitas hingga 10.000 bibit.

Sebanyak 20 anggota kelompok tani dilibatkan secara aktif sebagai pelopor budidaya mangrove berkelanjutan.

Selain fungsi ekologis menahan abrasi, program ini juga membuka peluang ekonomi baru melalui produk olahan mangrove seperti keripik, sirup, tepung, stik, dan dodol.

Pelatihan ini turut melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Universitas Jenderal Soedirman sebagai mitra teknis dalam pembinaan dan pengembangan rumah bibit.

Baca juga : Dubes RI Untuk Singapura Suryopratomo Resmikan Restoran Minang Autentik

“Kami berharap program ini tidak berhenti di pelatihan, tapi berlanjut hingga menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat. Pelestarian lingkungan harus memberi dampak ekonomi agar berkelanjutan,” tambah Mamit.

Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Kampung Laut yang telah mengembangkan ekowisata mangrove secara terintegrasi.

Kunjungan ini menjadi referensi pengembangan kawasan serupa di Bunton dan sekitarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense