RM.id Rakyat Merdeka - Perusahaan perdagangan aset kripto terbesar di Indonesia, Indodax, resmi melakukan restrukturisasi kepemimpinan seiring dengan dinamika industri kripto yang kian kompleks.
Mulai 19 Mei 2025, Oscar Darmawan akan menjabat sebagai Chairman, sementara William Sutanto ditunjuk sebagai CEO menggantikan posisi Oscar setelah sebelumnya menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO).
Perubahan ini mencerminkan langkah strategis Indodax untuk terus tumbuh dan berinovasi dalam menghadapi tantangan serta peluang di sektor blockchain dan aset digital. Dalam peran barunya, Oscar akan lebih berfokus pada arah strategis jangka panjang dan memperkuat relasi dengan pemangku kepentingan di dalam dan luar negeri.
“Setelah 11 tahun lebih memimpin, saya merasa saatnya memberikan ruang bagi energi baru di kursi CEO. William, dengan latar belakang teknologinya, memiliki kapabilitas membawa Indodax ke level berikutnya,” ujar Oscar Darmawan dalam keterangan resminya, Rabu (21/5/2025).
Baca juga : Innalillahi, Mantan Wakapolri Syafruddin Wafat, Besok Dimakamkan Di TMP Kalibata
Oscar menambahkan bahwa William bukanlah sosok baru dalam dunia kripto. Ia dikenal luas di komunitas sebagai pionir dalam pengembangan platform teknologi Indodax sejak awal berdiri. “Penunjukan ini diharapkan membawa perspektif segar dalam menjawab dinamika industri kripto yang terus berubah,” tambahnya.
Indodax, yang kini memiliki lebih dari 8 juta anggota terdaftar dan volume transaksi bulanan mencapai Rp24 triliun, menyatakan pergantian ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk tetap menjadi pemimpin industri crypto exchange di Indonesia.
Sebagai Chairman, Oscar menegaskan komitmennya dalam mendukung visi strategis perusahaan, khususnya dalam memperluas inklusi keuangan digital melalui inovasi berkelanjutan dan kemitraan strategis. “Kami akan terus memperkuat posisi Indodax sebagai pemilik pangsa pasar terbesar di industri,” tegasnya.
Indodax juga menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Oscar selama lebih dari satu dekade. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan tidak hanya tumbuh secara signifikan, tetapi juga meraih berbagai pengakuan, termasuk penghargaan sebagai Perusahaan Taat Pajak 2022 serta rekor MURI sebagai orang pertama yang bergelar Master of Blockchain & Digital Currency di Indonesia.
Baca juga : INDEF: Indonesia Punya Momentum Strategis Jadi Pemain Global Hilirisasi Tembaga
Kini, tongkat estafet diserahkan kepada William Sutanto, rekan sekaligus Co-Founder Indodax. Dalam sambutannya, William mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan meminta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.
“Saya menyadari tantangan ke depan, mulai dari kepatuhan terhadap regulasi hingga meningkatnya persaingan. Indodax akan kami kelola secara hati-hati dan strategis untuk menjaga kepercayaan seluruh pihak,” ujarnya.
Pria asal Semarang tersebut juga menegaskan komitmennya untuk mempercepat adopsi teknologi blockchain serta meningkatkan literasi kripto di masyarakat melalui berbagai inisiatif edukatif, baik daring maupun luring.
“Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, saya yakin Indodax akan terus menjadi platform kripto terbesar, terpercaya, dan aman di Indonesia,” pungkas William.
Baca juga : W3GG Tunjuk Chin Yu sebagai CEO, Gantikan Irene Umar yang Jabat Wamenparekraf
Indodax memastikan bahwa operasional perusahaan akan tetap berjalan normal selama masa transisi. Perusahaan berkomitmen untuk terus membangun ekosistem kripto yang sehat dan inklusif di Indonesia, dengan memanfaatkan teknologi blockchain sebagai fondasi utama.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.