RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia memperkuat sektor pendidikan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu langkah strategis yang diambil, yakni menjalin kerja sama dengan Pemerintah Inggris mendirikan kampus internasional di Indonesia.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pembangunan kampus internasional tersebut bagian dari visi jangka panjang Indonesia untuk memperluas akses terhadap pendidikan global yang inklusif dan berdaya saing.
“Diresmikannya Kampus Internasional King’s College London (KCL) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari salah satu wujud konkret upaya kolaborasi Pemerintah meningkatkan kapasitas SDM di Indonesia,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi yang dikutip, Minggu (1/6/2025).
Airlangga mengaku telah bertemu dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey dan United Kingdom (UK) Government International Education Champion Sir Steve Smith. Serta delegasi Russell Group, jaringan universitas-universitas unggulan di Inggris, untuk membahas pengembangan lebih lanjut kerja sama pendidikan tersebut.
Baca juga : Pasien Menumpuk Dan Merasa Ditelantarkan
Pemerintah Indonesia menyambut baik rencana delegasi Inggris dalam membangun kemitraan pendidikan. Hal ini sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam pengembangan SDM.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan, keberadaan perguruan tinggi berkualitas internasional diharapkan dapat membuka akses pendidikan bagi masyarakat lebih luas.
“Pemerintah menargetkan keterjangkauan program pendidikan ini, termasuk untuk 10.000 mahasiswa tingkat sarjana,” ungkap Airlangga.
Dia juga mengatakan, Presiden mendorong percepatan pembangunan SDM melalui dua pendekatan strategis. Yaitu pemenuhan gizi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai hulu dan pendidikan berkualitas sebagai hilir.
Baca juga : Gisella Anastasia, Pacar Dekat Sama Anak
“Presiden menginginkan percepatan. Jadi, pada dasarnya seperti itulah cara mengembangkan sumber daya manusia. Kita tidak mau menunggu 10–15 tahun, Presiden ingin melakukannya dengan segera,” tegas Airlangga.
Komitmen serupa disampaikan Sir Steve Smith. Menurutnya, Indonesia sebagai negara prioritas kerja sama pendidikan bagi Pemerintah Inggris, dengan dukungan penuh dari universitas-universitas terkemuka di bawah jaringan Russell Group.
Russell Group terdiri dari 24 institusi pendidikan unggulan yang termasuk dalam 200 universitas terbaik dunia. Empat di antaranya bahkan masuk dalam 10 besar universitas terbaik secara global.
Smith memastikan bahwa kampus-kampus dari Inggris yang akan hadir di Indonesia akan mempertahankan standar akademik dan riset setara dengan institusi asalnya di Inggris. Namun dengan biaya yang disesuaikan secara lokal.
Baca juga : Selama Palestina Belum Merdeka, Israel Jangan Dikasih Angin
Inggris, menurutnya, siap menyediakan program pendidikan dari tingkat sarjana hingga riset dan pelatihan vokasional.
Kolaborasi dengan perguruan tinggi Indonesia serta dunia industri akan diperkuat untuk mencetak SDM unggul yang dapat mendorong inovasi dan pembangunan nasional.
“Kolaborasi ini bagian dari kemitraan jangka panjang antara Inggris dan Indonesia dalam pengembangan kapasitas pendidikan tinggi,” ujar Smith.
Inisiatif ini diharapkan memperluas akses pendidikan berkualitas internasional bagi lebih banyak talenta Indonesia. Sekaligus memperkuat kontribusi sektor pendidikan dalam pertumbuhan ekonomi dan penguatan daya saing bangsa di masa depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.