Sebelumnya
Desai optimistis, paket anggaran besar yang saat ini sedang dibahas di Kongres, dapat memberikan keringanan pajak dan semakin memacu kebangkitan ekonomi Amerika di bawah Presiden Trump.
Bank Dunia memangkas estimasi pertumbuhan di Zona Euro sebesar 0,3 poin persentase menjadi 0,7 persen dan Jepang sebesar 0,5 poin persentase menjadi 0,7 persen.
Baca juga : Sedang Proses Penyembuhan, Jokowi Kena Alergi Kulit
Pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang diperkirakan tumbuh 3,8 persen pada tahun 2025. Turun dari angka 4,1 persen dalam perkiraan bulan Januari 2025.
"Negara-negara miskin akan paling menderita," kata laporan itu.
Baca juga : Menteri Rini: Hari Lahir Pancasilan Refleksi Percepat Reformasi Birokrasi
Pada tahun 2027, PDB per kapita negara berkembang diramal menjadi 6 persen di bawah tingkat sebelum pandemi. Negara-negara ini - kecuali China - diprediksi memerlukan waktu dua dekade untuk menutupi kerugian ekonomi tahun 2020-an.
Perkiraan pertumbuhan Meksiko, yang sangat bergantung pada perdagangan dengan AS, dipotong sebesar 1,3 poin persentase menjadi 0,2 persen pada tahun 2025.
Baca juga : Kadin Dukung Langkah KPPU, Minta Evaluasi Kebijakan BMAD Benang
Untuk China, Bank Dunia tidak mengubah perkiraannya dari angka 4,5 persen pada Januari 2025. Beijing disebut masih memiliki ruang moneter dan fiskal untuk mendukung ekonomi dan merangsang pertumbuhannya sendiri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.