RM.id Rakyat Merdeka - Pernyataan Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria yang menyampaikan lima larangan untuk direksi BUMN, salah satunya tidak boleh main golf di hari kerja menuai pujian publik.
Pernyataan tersebut disampaikan Dony pada acara Executive Breakfast Meeting dengan tema Kuartal Pertama Danantara yang digelar IKA Fikom Unpad, Rabu (18/6/2025).
Dalam paparannya, Dony menyampaikan lima larangan untuk direksi-direksi BUMN. Lima hal tersebut, kata Dony adalah tidak boleh berutang budi, tidak boleh ditekan pihak mana pun dalam bekerja, dilarang main golf di hari kerja karena buruk di mata publik, tidak boleh memiliki protokol dalam jumlah besar, dan istri direksi dilarang ikut campur urusan kantor.
Baca juga : Gandeng DJKN, BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakkarta Bantu Urus Piutang
Pernyataan Dony tersebut disambut baik oleh berbagai pihak. Mereka menilai kebijakan itu merupakan kebijakan positif yang harus dijalankan oleh para pejabat BUMN.
Ekonom dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin menilai, kebijakan yang kerap dipesankan oleh Dony kepada direksi-direksi BUMN itu merupakan kebijakan bagus yang harus dijalankan. “Ini kebijakan bagus, perlu didukung. Selain mendorong efisiensi dan efektifitas kerja, ini juga mengirim pesan yang sangat positif kepada komunitas bisnis dan masyarakat luas,” ujar Wijayanto dalam keterangannya.
Pegiat antikorupsi yang juga eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Lakso Anindito juga menilai pesan yang disampaikan oleh Dony tersebut cenderung positif. Lakso berpendapat, larangan tersebut merupakan langkah yang baik sebagai simbol optimalisasi perbaikan BUMN.
Baca juga : Kapolri Dan Mentan Dukung Program Ketahanan Pangan
“Penting bahwa penguatan komitmen anti-korupsi melalui sistem, misalnya dengan konsistensi pengambilan keputusan sesuai prinsip business judgement rule memiliki tingkat urgensi yang lebih tinggi. Hal tersebut untuk mencegah penggunaan berbagai sarana untuk melanggar prinsip integritas,” kata Lakso.
Sementara itu, Pengamat Komunikasi Publik dari Universitas Padjajaran Dadang Rahmat Hidayat melihat bahwa Dony ingin menumbuhkan kepercayaan publik yang kuat dengan kebijakan-kebijakan terhadap direksi BUMN tersebut. “Menurut saya itu untuk menunjukkan profesionalisme, karena esensi dari institusi bisnis negara ini adalah trust, jadi kalau hilang ya sudah dan hilang atau tidaknya trust ini by means of communication adalah dengan komunikasi tersebut yang di mana kegiatan-kegiatan itu bisa menimbulkan persepsi ketidakpercayaan,” kata Dadang.
Sementara, Ketua IKA Fikom Unpad Hendri Satrio (Hensa) menilai banyak hal positif yang disampaikan Dony terkait dengan Danantara dalam acara tersebut. Ia pun menyampaikan, diskusi tersebut berjalan secara hangat dan Dony menyampaikan poin-poin terkait dengan Danantara secara terbuka.
Baca juga : BUMN Mulai Setor Dividen, Danantara Gaspol
“Saya menilai yang dinyatakan Dony terkait dengan Danantara sejalan dengan visi Presiden Prabowo, Dony sangat memahami arah kebijakan Presiden dan disampaikan secara lugas termasuk sejumlah peringatan bagi Direksi BUMN. Sudah benar itu, saya dukung,” pungkas Hensa yang juga dikenal karena analisa tajamnya dibidang komunikasi politik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.