BREAKING NEWS
 

Dorong Energi Bersih di Migas, PDC Gandeng Huawei Hadirkan Teknologi PV Microgrid

Reporter & Editor :
FAZRY
Selasa, 22 Juli 2025 19:30 WIB
Direktur Utama PT Patra Drilling Contractor Faried Iskandar Dozyn (kiri) dan Head of Department Digital Power Business Unit Huawei Jin Song menandatangani Amandemen Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama teknologi PV Microgrid dan Digital Power di PDC Tower, Jakarta, Selasa (22/7/2025). (Foto: Dok. PDC)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Patra Drilling Contractor (PDC) terus mendorong penerapan energi bersih di sektor migas Tanah Air. Terbaru, anak usaha PT Pertamina Drilling Services Indonesia ini menggandeng PT Huawei Tech Investment untuk menghadirkan teknologi PV Microgrid dan Digital Power.

Kerja sama itu dikukuhkan lewat penandatanganan Amandemen Nota Kesepahaman (MoU) antara Direktur Utama PDC Faried Iskandar Dozyn dan Head of Department of Digital Power Business Unit Huawei Mr. Jin Song, di PDC Tower, Jakarta, Selasa (22/7).

“Penggunaan PV microgrid dan digital power ini salah satu wujud nyata komitmen dan kontribusi kami, dan Huawei Tech Investment, mendorong industri migas yang lebih hijau. Di sisi lain, juga menciptakan masa depan yang lebih baik,” ujar Faried.

Teknologi PV Microgrid yang ditawarkan merupakan jaringan listrik mandiri berbasis panel surya.

Baca juga : Kembangkan Energi Bersih, Pertamina Gandeng ACWA Power Arab Saudi

Sistem ini terdiri dari pembangkit listrik tenaga surya, baterai penyimpan energi, dan sistem beban listrik yang dikelola dalam satu jaringan lokal.

Sistem ini bisa terhubung ke jaringan listrik utama maupun berdiri sendiri (islanded) saat terputus dari grid. Adapun digital power memanfaatkan teknologi digital untuk mengelola dan mengoptimalkan sistem tenaga secara efisien.

Adsense

Faried menilai, penggunaan PV microgrid di sektor migas masih minim, padahal potensinya besar, khususnya di daerah terpencil yang sulit dijangkau jaringan listrik.

Selain menekan emisi karbon, sistem ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi operasional.

Baca juga : Dorong Pertumbuhan Daerah, Astra Agro Gandeng Pemuda Kembangkan UMKM

Untuk menjamin keandalan teknologi, Faried menegaskan PDC mempercayai kualitas sistem milik Huawei Tech Investment yang telah hadir di Indonesia sejak 2000.

“Terutama dalam aspek keamanan perangkat, dimana Smart String Inverter dan Grid Forming ESS Platform Huawei telah mendapatkan sertifikasi tertinggi dari TUV Rheinland menjadikannya yang pertama di dunia,” imbuhnya.

Head of Department Digital Power Business Unit Huawei, Jin Song, menambahkan pihaknya membawa inovasi teknologi mutakhir untuk mendukung transformasi energi di Indonesia.

“Yang kami inginkan adalah membawa DNA inovasi kami, dengan menggabungkan teknologi digital, teknologi kecerdasan buatan (AI), dan seluruh teknologi dasar kami ke dalam bisnis energi tradisional, agar menjadi lebih ramah secara ekonomi dan menciptakan nilai yang lebih besar,” kata Jin Song.

Baca juga : Desa Energi Berdikari Bergaung Di Kancah Internasional

Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi konkret PDC dalam mendukung transisi energi nasional menuju industri energi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense