BREAKING NEWS
 

BRI Dan Pertamina Beberkan Strategi Hijau Di Green Impact Festival 2025

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 24 Juli 2025 11:52 WIB
Executive VP BRI Yosephine Ajeng Sekar dan VP RTI Pertamina Ahmad Azhar membeberkan arah transformasi hijau BUMN di panggung Green Impact Festival 2025. (Foto: RM.ID/JAR)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendorong agenda keberlanjutan nasional. Dalam acara Green Impact Festival 2025 yang digelar Rakyat Merdeka bersama Society of Renewable Energy di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (24/7/2025), kedua BUMN memaparkan strategi transisi bisnis menuju ekonomi hijau yang inklusif dan bertahap.

Executive Vice President BRI Yosephine Ajeng Sekar mengawali diskusi dengan menegaskan, dunia usaha tak bisa lagi hanya fokus pada nilai ekonomi semata. Dia menyebut isu keberlanjutan kini menjadi bagian penting dalam pertumbuhan bisnis.

“Pertumbuhan yang solid tidak akan tercapai jika kita tidak mengintegrasikan aspek-aspek keberlanjutan dalam bisnis profesional kita,” tegas Ajeng.

Menurutnya, BRI menjalankan pendekatan tiga arah. Yaitu pengelolaan portofolio, pemberdayaan pemangku kepentingan, dan transformasi budaya internal. Dalam pengelolaan portofolio, BRI sudah mulai mengantisipasi risiko iklim jangka panjang melalui stress test hingga 30 tahun ke depan.

“Kami melakukan skenario analisis untuk melihat bagaimana portofolio kami bisa menghadapi risiko iklim,” jelasnya.

Baca juga : Hari Anak Nasional 2025, Pertamina Nyalakan Masa Depan Anak Indonesia

Tak hanya risiko, Ajeng menekankan pentingnya menangkap peluang inovasi dalam ekonomi hijau. Ia mengatakan lembaga keuangan perlu aktif terlibat dalam pengembangan teknologi dan inovasi yang mendukung transformasi keberlanjutan. “Financial institution harus bisa menangkap peluang bersama stakeholder untuk berinovasi,” ujarnya.

Di sisi pemberdayaan, Ajeng menyoroti pentingnya mendorong UMKM untuk ikut serta dalam agenda hijau. BRI, katanya, tak bisa hanya berkembang sendiri jika ingin bisnisnya bertahan panjang.

“Kami harus berkembang bersama, termasuk dengan UMKM. Dan kami arahkan UMKM ke arah green business,” katanya.

Transformasi menuju keberlanjutan, tambah Ajeng, juga harus dimulai dari dalam, termasuk efisiensi energi di level individu dan operasional kantor. “Kalau ini tidak dilakukan, kita tetap terekspos risiko yang sama,” pungkasnya.

Adsense

Sementara itu, VP Technology Acceleration RTI Pertamina Ahmad Azhar menekankan bahwa transisi energi tak bisa dilakukan secara tiba-tiba. Ia mengatakan, Pertamina mengadopsi dua strategi utama dalam perencanaan bisnisnya. “Kita maintain legacy business, tapi juga develop low carbon business,” ujar Azhar.

Baca juga : Ribuan Anak Muda Kumpul Di Green Impact Festival

Ia menjelaskan, Pertamina tetap mengoptimalkan produksi energi fosil sambil perlahan-lahan mengembangkan lini bisnis rendah karbon. Langkah ini penting karena Pertamina memiliki infrastruktur lama seperti kilang dan kapal yang masih harus dioptimalkan.

“Kita tidak bisa meninggalkan fasilitas yang sudah ada begitu saja. Maka transisinya dilakukan bertahap,” katanya.

Dari sisi teknologi, Pertamina telah menurunkan kadar sulfur dalam BBM solar secara signifikan. Emisi sulfur yang dulu 5000 ppm, sekarang sudah kami turunkan ke 50 ppm,” terang Azhar. 

Penurunan ini, katanya, berdampak besar terhadap kualitas emisi yang lebih bersih. Ia juga menyebut berbagai produk Pertamina lain yang mendukung pengurangan emisi, termasuk pelumas ramah lingkungan dan teknologi fast loading. 

Pertamina bahkan aktif mengembangkan industri kendaraan listrik melalui Indonesia Battery Corporation (IBC), tempat mereka menjadi salah satu pemegang saham.

Baca juga : Pertamina Kenalkan Inovasi Sistem Perizinan Real Time Di Esri User Conference 2025

“Di sana kami kembangkan solar panel, baterai, dan teknologi lainnya,” ungkap Azhar.

Azhar menekankan bahwa strategi transisi Pertamina dilakukan secara gradual dan berkesinambungan, agar transformasi tetap sejalan dengan ketahanan energi nasional.

“Kita optimalkan bisnis lama sambil membangun bisnis baru yang rendah karbon,” ujarnya.

Selain BRI dan Pertamina, sesi pertama talkshow juga menghadirkan Kepala Divisi Evaluasi Lingkungan Sosial dan Teknik PT Sarana Multi Infrastruktur Gan Gan Dirgantara serta perwakilan dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) anggota holding BUMN pertambangan MIND ID. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense