Sebelumnya
“Dengan produktivitas yang meningkat, kita bisa dorong pertumbuhan dan serapan tenaga kerja yang lebih baik,” tandasnya.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, capaian ini belum cukup. Pemerintah tetap menargetkan kemiskinan nol persen.
“Dalam hal mengentaskan kemiskinan, Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri. Teman-teman dunia usaha juga harus berperan, masyarakat dan dunia pendidikan ikut berperan penting,” kata Prasetyo, Minggu (27/7/2025).
Menurutnya, program-program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) sebagai penggerak baru penciptaan lapangan kerja.
Baca juga : Masyarakat Berburu Tiket Murah, Antrean Mengular
“Pengusaha muda makin banyak, adik-adik kita menjadi pengusaha di sektor pertanian dan perikanan di daerah,” ujarnya.
Menurut Prasetyo, hilirisasi juga jadi kunci membuka lapangan kerja lebih beragam. Tapi, butuh kerja sama lintas sektor dan kementerian agar benar-benar berdampak.
“Semangatnya sama untuk mendorong terbukanya lapangan pekerjaan yang lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya.
Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah melihat, Pemerintah masih punya potensi besar menekan kemiskinan lebih jauh, jika fokus pada penyerapan tenaga kerja dan penguatan pangan nasional.
Baca juga : DPRD Desak Pemprov Benahi Dan Audit BUMD
“Pelibatan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam pelaksanaan program MBG, khususnya di lingkungan sekolah, berpotensi membuka lapangan kerja baru dalam jumlah besar. Dengan demikian, efek ganda dari program ini tidak hanya meningkatkan gizi siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal,” kata Trubus, Jumat (1/8/2025).
Dia juga mendorong program ketahanan pangan melalui insentif untuk menarik minat generasi muda menjadi petani.
Menurutnya, pertanian harus dibangun sebagai sektor ekonomi yang menjanjikan.
“Kalau hasilnya besar dan menjanjikan, makin banyak masyarakat yang bersedia menjadi petani. Ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan dan solusi pengangguran,” ujarnya.
Baca juga : Amnesti & Abolisi untuk Meredam Konflik Politik
Trubus menambahkan, orientasi pembangunan ke depan harus bergeser ke pangan, bukan lagi mengandalkan ekspor tambang. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.