Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Soal Beras Oplosan Di Jabodetabek
DPRD Desak Pemprov Benahi Dan Audit BUMD
Minggu, 3 Agustus 2025 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta didesak segera membenahi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), menyusul penetapan Direktur Utama (Dirut) PT Food Station Tjipinang Jaya Karyawan Gunarso sebagai tersangka kasus dugaan peredaran beras oplosan, atau beras yang tidak memenuhi standar mutu.
PT Food Station Tjipinang Jaya merupakan BUMD milik Pemprov DKI Jakarta yang bergerak di bidang distribusi, penjualan, pergudangan dan pengangkutan bahan pangan untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan, beras produksi Food Station yang dipasarkan dengan berbagai merek, tidak memenuhi standar mutu beras premium.
Baca juga : Amnesti & Abolisi untuk Meredam Konflik Politik
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Francine Widjojo menilai, kasus ini mencerminkan persoalan mendasar dalam pengelolaan BUMD.
“BUMD yang seharusnya melayani warga Jakarta, justru merugikan masyarakat. Pemprov harus memanfaatkan momentum ini untuk mengaudit dan membenahi seluruh BUMD,” ujar Francine, Sabtu (2/8/2025).
Dia mengapresiasi sikap Gubernur Jakarta Pramono Anung yang mendukung penuh proses hukum dan tidak akan melindungi para tersangka.
Baca juga : Penyegaran di Kursi Sekjen, Prabowo Tunjuk Sugiono Gantikan Muzani
“Saya mendukung Pak Pramono dan berharap ada langkah tegas dari Pemprov atas kasus ini,” kata Anggota Komisi B DPRD DKI ini.
Selain Dirut, penyidik juga menetapkan dua pejabat Food Station sebagai tersangka, yakni Direktur Operasional dan Kepala Seksi Quality Control berinisial.
Francine mendesak Pemprov segera mengganti jajaran direksi Food Station, menyusul penetapan tersebut.
Baca juga : Selalu Terlibat dalam Kebijakan Strategis, Dasco Makin Berkibar
Francine mengingatkan, Food Station juga bertugas menyalurkan beras untuk program pangan bersubsidi. Karena itu, penting bagi Pemprov memeriksa, apakah praktik pengoplosan beras juga terjadi dalam program subsidi.
“Selama ini, yang diungkap baru pelanggaran di sisi distribusi komersial,” kata mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini
Francine menekankan pentingnya penerapan Key Performance Indicator (KPI) atau Indikator Kinerja Utama yang jelas dan objektif bagi seluruh direksi BUMD.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya