BREAKING NEWS
 

Kunjungi KSTI 2025, Prabowo Saksikan Inovasi Anak Muda Di Bidang Sains-Teknologi

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 7 Agustus 2025 12:39 WIB
Momen Prabowo kunjungi booth anak bangsa di konvensi sains, teknologi, dan industri 2025 di ITB. (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025.

Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), di Bandung, Kamis (7/8/2025).

Baca juga : Trakindo Innovakids 2025, Persiapkan Generasi Berkarakter Tangguh dan Sehat

Setibanya di lokasi, Prabowo menyempatkan diri meninjau sejumlah booth pameran teknologi hasil riset unggulan. Salah satunya adalah booth milik Universitas Padjajaran yang menampilkan teknologi Virtual Reality (VR) untuk keperluan medis, seperti VR Dental Hypnosis dan VR for Nurse.

Adsense

Usai meninjau pameran, Prabowo memasuki Hall Sabuga untuk memberikan sambutan. Ia menyapa para anggota Kabinet Merah Putih, Gubernur Jawa Barat, dan para tamu undangan lainnya yang hadir di forum bergengsi tersebut.

Baca juga : Diungkap Wamendagri, Prabowo Akan Sambut PM Anwar Di Istana

“Yang saya hormati dan banggakan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto sebagai penyelenggara, para menteri koordinator, para menteri, kepala badan, serta wakil Kabinet Merah Putih turut hadir. Rektor Institut Teknologi Bandung Prof. Tatacipta Dirgantara beserta jajaran pimpinan guru besar, senat, dan civitas akademika,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

KSTI 2025 mengangkat tema “Sains dan Teknologi untuk Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi”, sejalan dengan misi pemerintah untuk mendorong transformasi ekonomi nasional berbasis riset dan inovasi. Konvensi ini juga menjadi bagian penting dari strategi besar menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga : QNET Gelar V-Malaysia 2025, Promosikan Inovasi dan Edukasi Kesehatan

Konvensi KSTI menampilkan pameran inovasi dari delapan sektor prioritas nasional, yakni energi, pertahanan, digitalisasi (termasuk kecerdasan buatan dan semikonduktor), hilirisasi sumber daya alam, kesehatan, pangan, maritim, serta material dan manufaktur maju.

Dengan ajang ini, pemerintah berharap dapat memperkuat ekosistem riset dan teknologi untuk menjawab tantangan masa depan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense